JBM.co.id, Medan – Pelaku pasar tidak begitu merespon dialog antara Joe Biden dan Xi Jinping, yang justru menunjukan tensi perang dagang kian memanas.

Presiden AS melakukan pembicaraan dengan Presiden China, yang mengatakan terjadi praktik dagang yang tidak fair selama ini.

Ini menunjukan, AS tetap akan melanjutkan upaya perang dagang dengan China,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin saat berbicara kepada media ini, Sabtu 13/2/2021.

Baca Juga :  LIGA CHAMPIONS: FINAL IDEAL, PSG KONTRA BAYERN MUNCHEN

Dosen UISU Medan ini menambahkan upaya tersebut nantinya akan diterjemahkan sebagai kemungkinan adanya tekanan pada pasar keuangan untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

“Saya menilai, hubungan dagang kedua negara ini belum menemukan titik temu. Bahkan nantinya akan membuat pasar lebih gamang dan sulit untuk menguat dalam waktu lebih panjang. Pelaku pasar akan lebih rentan dari sesuatu yang sifatnya sulit diprediksikan,” prediksi Benyamin.

Baca Juga :  DIDUGA KORUPSI, KARDINAL BECCIU DIPECAT DAN DICABUT HAK-HAKNYA

Jika hubungan kedua negara memburuk, yang disertai dengan kebijakan yang justru membuat aktifitas ekonomi mengalami gangguan secara tiba-tiba.

Terkait nilai tukar rupiah, Benyamin menyebutkan rupiah pada perdagangan akhir pekan ini menguat di level 13.972 per US dolar

IHSG ditutup menguat 0.33% di level 6.222,52. Kinerja pasar keuangan menjelang libur panjang pada hari ini terbilang cukup baik,” ujarnya. (Red/Jbm)

Baca Juga :  Dua Hakim MA Tewas Di Berondong Tembakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here