KORUPSI: PERBEKEL BANJAR JADI TERSANGKA DI KEJATI BALI?

2 min read

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Ternyata di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terjadi penyalahgunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Kasus itu ternyata sudah berada di meja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Setelah diumumkan pertanggal 9 Desember 2019 pada saat peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, akhirnya Kejati Bali sudah menetapkan tersangka. Diduga kuat tersangkanya adalah Perbekel Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa.

Penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana BKK senilai Rp 1.165.000.000 itu diungkapkan Aspidsus (Asisten Tindak Pidana Khusus) I Nyoman Sucitrawati, SH, MH, dalam suratnya menjawab pertanyaan Ida Bagus Gede Ganevo, warga Banjar Dinas Melanyting, RT/RW 002/000, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, tertanggal 25 Februari 2020.

Baca Juga :  PELANTIKAN ANGOTA DPR RI BERJALAN LANCAR

“Sehubungan dengan surat saudara tanggal 25 Februari 2020 perihal mempertanyakan tindak lanjut perkembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Banjar, Kecamatan, Kabupaten Buleelng, tahun anggaran 2016, dapat kami sampaikan Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali telah menetapkan tersangka dalam perkara dimaksud pada tanggal 5 Maret 2020,” tulis Aspidsus Sucitrawan dalam surat bernormor: B-658.N.1.5/Fd.1/03/2020 tertanggal 5 Maret 2020.

Sebelumnya salah satu warga Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Ida Bagus Gede Ganevo, melayangkan surat kepada Kajati Bali mempertanyakan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana BKK Desa Banjar senilai Rp 1.650.000.000.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MAHASISWA KKN UM DUKUNG PRGRAM TANGGAP COVID-19 DESA BRINGIN

“Dapat kami informasikan adanya tindak pidada korupsi yang dilakukan oknum apparat maupun yang mengatasnamakan kelompok masyarakat di Desa Banjar sebagai berikut: a. Terjadi indikasi tindak pidana korupsi Bansos Pemkab Buleleng terhadap Bansos Pembangunan Pura Asta Kemuda yang terletak di Dusun Pegentengan Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali pada tahun 2015,” tulis Goneva dalam suratnya kepada Kajati Bali.

“b. Bansos dana hibah Pemkab Buleleng yaitu Dana Hibah Tirta Yatra yang dilaksanakan di Desa Banjar tahun 2015,” tulis Ganevo dalam poin b suratnya kepada Kajati Bali.

Baca Juga :  KPK Terima 1.082 Laporan Gratifikasi Senilai Rp14,6 Miliar pada Semester 1/2020

Sayang, sejak menetapkan tersangka tanggal 5 Maret 2020 hingga hari ini belum tersangka masih bebas berkeliaran. Maka itu Ganevo mendesak Kajati Bali untuk segera menangkap dan menahan tersangka kasus tersebut. “Kami minta Pak Kajati dan jajaran segera menangkap tersangka. Masak sudah empat bulan lebih dtetapkan sebagai tersangka kok masih belum tahan tersangka. Apa sih kendalanya,” desak Ganevo saat bertamu ke Kantor JMB Group di Singaraja, Selasa (28/7/2020) siang.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *