Connect with us

Berita

AFC KUKUHKAN BAMBANG PAMUNGKAS LEGENDA ASIA TENGGARA

Published

on

JBM.CO.ID – Di tengah mewabahnya virus corona atau COVID-19, ada kabar gembira buat dunia sepak bola nasional.
Salah satu legenda sepak bola nasional, Bambang Pamungkas, mendapat pengakuan internasional.

Seperti dilansir JUARA.net, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan predikat legenda Asia Tenggara kepada mantan pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

Bambang Pamungkas adalah salah satu pemain yang mempunyai kiprah panjang dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Namanya pun selalu identik dan tidak bisa dipisahkan dari klub kebanggaan ibu kota yakni Persija Jakarta.
Melalui laman instagram AFC, Legenda Persija Jakarta itu dikukuhkan sebagai salah satu legenda sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Andi Surya Salurkan Hand Sanitizer di Komplek Perumahan Prasanti Metro

Pria yang akrab disapa Bepe tersebut bersanding dengan nama-nama seperti Soh Chin Aun (Malaysia), Kiatisuk Senamuang (Thailand), Le Cong Vinh (Vietnam), dan Neil Etheridge (Filipina).

Selain menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Persija Jakarta, Bambang Pamungkas juga pernah merumput di tim lain, baik di Indonesia maupun luar negeri. Mulai dari klub Persikas Kabupaten Semarang, Persija Jakarta, Selangor FA, Pelita Bandung Raya, bahkan klub divisi tiga liga Belanda, EHC Norad, pernah ia bela.

Baca Juga :  Ketuplak Diskusi Publik Pasca UBL Apresiasi Sikap Gubernur Arinal Hentikan Pembangunan LOA

Namun dari beberapa tim tersebut, Bepe hanya mampu meraih trofi juara bersama Persija Jakarta dan Selangor FA.
Bersama tim dengan julukan Macan Kemayoran tersebut, ia berhasil mempersembahkan dua kali juara Liga Indonesia (2001 dan 2018), satu titel Piala Presiden 2018, dan Boost Sport Fix Super Cup 2018.

Selain itu, Bepe juga berhasil menyabet top scorer Liga Indonesia (1999), pemain terbaik Liga Indonesia (2001), serta Copa Indonesia (2007). Pemain kelahiran Semarang tersebut pun memiliki penampilan apik ketika berseragam Selangor FA yang bermain di Liga Malaysia.

Baca Juga :  Incar Generasi Muda, Paham Radikal Tumbuh Subur di Perguruan Tinggi

Dalam catatan Jarrak.id, bersama Selangor FA, Bepe meraih treble winner pada tahun 2005 yaitu Malaysia Premier League, Malaysia FA Cup, dan Malaysia Cup.

Dia pun juga berhasil meraih penghargaan individu di Malaysia diantaranya pencetak gol terbanyak Malaysia Premier League (2005), pemain terbaik Malaysia Cup tahun 2005, dan top scorer FA Cup Malaysia 2005.

Editor: Francelino

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kamladu Pacitan, Ingatkan Tinggi Gelombang Capai 6 Meter

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Kondisi cuaca di Kabupaten Pacitan, masih perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat, utamanya para nelayan. Mengingat dalam waktu singkat perubahan cuaca ekstrim masih akan berlangsung.

Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Kabupaten Pacitan, Pelda Eden Totok Budianto, dalam siaran persnya mengatakan, saat ini cuaca cerah berawan. Suhu udara diantara 23 derajat celsius hingga 30 derajat celcius. Tingkat kelembapan berkisar 95 persen hingga 60 persen. “Kecepatan angin 7 – 20 km/jam, dan angin berhembus dari Timur. Tinggi gelombang atau ombak 4 – 6 Meter,” ujarnya, Senin (13/7).

Baca Juga :  Andi Surya Salurkan Hand Sanitizer di Komplek Perumahan Prasanti Metro

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara singkat serta peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. “Saat ini tinggi gelombang mencapai 6 meter,” sebutnya.

Totok menekankan, agar masyarakat siap siaga dalam mengahadapi bencana. “Kenali ancamannya, kurangi resikonya dan siapkan strateginya. Siap untuk selamat dan menjadi budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga alam sehingga alam akan menjaga kita,” tandasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

Projo Pacitan: Semua Bakal Calon Diharapkan Bisa Bersinergi, Jangan Saling Serang

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Ketua Projo ( Pro Jokowi) Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, kembali buka mulut seputar Pilbup 2020.

Kali ini, John memberikan masukan kepada semua bakal calon, utamanya yang hendak berangkat dari Partai Demokrat, agar mereka bisa lebih akur dan bersinergi. “Saat ini, semua masih belum jelas. Siapa lawan dan siapa kawan, semua masih abu-abu,” kata mantan anggota DPRD Pacitan masa jabatan 1999-2004 ini, Senin (13/7).

Baca Juga :  Andi Surya Salurkan Hand Sanitizer di Komplek Perumahan Prasanti Metro

Dengan begitu, tak perlu ada kompetisi yang sengit. Sebab legalitas pencalonan mereka masih belum jelas. Yang selama ini mungkin masif melakukan pergerakan, namun kalau pada akhirnya nanti tidak mendapat rekomendasi pencalonan, tentu niatnya untuk maju sebagai calon bupati, akhirnya pupus. “Begitupun bagi yang selama ini terkesan silent, namun apabila dipenghujung waktu nanti mendapatkan rekomendasi, ya sebaiknya untuk dihargai dan didukung penuh prosesnya menuju Pilbup,” jelas John Vera.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SEKKAB TEGASKAN APD HANYA UNTUK PENANGANAN PASIEN COVID-19

Menurut John, sebaiknya semua bakal calon yang saat ini masih menunggu kepastian rekomendasi pencalonan, bisa bersinergi dan jangan saling serang satu dengan lainnya.

Kalau bisa, mereka saling bergandeng tangan, bersama-sama mengunjungi masyarakat. “Sehingga nantinya, siapapun yang akan berhasil mendapatkan rekomendasi, itulah yang sama-sama didukung.

Tapi kalau saat ini sudah nampak tensi persaingan, pada akhirnya nanti mereka yang tidak terekomendasi akan menyeberang mendukung calon yang diusung oleh partai politik lainnya. Nah, ini yang seharusnya dijadikan perhatian bagi semua bakal calon dari Partai Demokrat, untuk mensolidkan langkah. Sebab sekali lagi, semuanya masih belum jelas. Siapa kawan dan siapa lawan,” tukasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

BULELENG DAPATKAN HIBAH ASET TANAH DAN BANGUNAN DARI PEMPROV BALI

Published

on

By

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Pemkab Buleleng mendapatkan hibah beberapa aset milik Pemprov Bali yang ada di Buleleng. Usaha permohonan dilakukan sebagai upaya penataan aset yang ada di Kabupaten Buleleng.

Tercatat ada 19 bidang tanah dan tujuh bangunan yang dihibahkan Pemprov Bali ke Pemkab Buleleng. Semuanya dimanfaatkan untuk fasilitas umum dan sarana kepentingan masyarakat lainnya.

Dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan usaha ini sebagai langkah penertiban dan pemanfaatan aset yang ada. Di satu sisi, penertiban dalam rangka penataan aset yang berhubungan dengan mata anggaran yang dianggarkan. Secara administratif, permohonan hibah dan juga hibah harus dilakukan. “Agar tidak terjadi kesalahan penataan aset dan pemberian anggaran pada aset itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Menghadiri Rakerda I PDI-P Lampung, Berharap Dapat Meningkatkan Sinergi Membangun Lampung

Kedua adalah langkah untuk menghindari terjadinya pembiaran menyangkut fungsi dari aset tersebut. Aset-aset yang diterima bisa difungsikan misalnya sebagai taman, fasilitas umum, dan kantor. Tidak ada lahan-lahan ataupun bangunan yang terbengkalai lagi. “Ini kan bisa dimanfaatkan. Yang jelas ini sangat bermanfaat bagi kita khususnya masyarakat Buleleng,” ujar Agus.

Agus Suradnyana pun mengungkapkan ke depan Pemkab Buleleng akan menanyakan aset-aset yang masih dalam lelang bank ataupun yang masih dalam sengketa untuk bisa dimanfaatkan. Utamanya aset-aset yang berada di Kota Singaraja. Misalnya, untuk memperindah wajah kota seperti pembuatan taman. Agar tidak terjadi kekumuhan di kota. Pemkab Buleleng akan bersurat kepada Pemprov Bali untuk menanyakan hal ini.

Baca Juga :  Ketuplak Diskusi Publik Pasca UBL Apresiasi Sikap Gubernur Arinal Hentikan Pembangunan LOA

“Kalau sudah selesai sengketanya, mau diambil lagi ya silahkan. Paling kita menata ringan saja. Seperti kebun-kebun dan pohon-pohon agar lebih rindang,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini menambahkan khusus untuk aset-aset milik Pemprov Bali, telah memberikan manfaat yang luar biasa untuk Buleleng. Seperti ada untuk Taman Bung Karno dan Taman Yuwana Asri. Banyak yang sudah bisa dimanfaatkan. Ada pula aset-aset besar yang diharapkan bisa menggerakkan aspek ekonomi. Contohnya adalah tanah di Pemuteran. Pemanfaatan aset tanah di Pemuteran harus cepat dicarikan jalan keluar sehingga ada keleluasaan untuk mencarikan investor yang mau berinvestasi disana.

Baca Juga :  Akibat Mengurus KTP Tidak Kunjung Selesai, Warga Dan Pegawai Disdukcapil Batam Saling Baku Hantam

“Agar bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tanah tersebut bisa memberikan manfaat bagi kondisi pariwisata dan sekaligus mendorong perekonomian di Kabupaten Buleleng. Ini ke depan akan saya usulkan setelah hibah pertama dan kedua selesai,” pungkas Agus.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending