Gelper Di Lubuk Baja Digrebek Polisi, Kaki Sri Rahayu Patah Kaki Akibat Lompat Dari Jendela Saat Diperiksa

3 min read
Spread the love

Lubuk Baja-Batam, JBM.CO.IDPenggerebekan Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) yang dilakukan oleh Satreskrim Polresta Barelang pada Rabu, (11/3/2020) malam, di tempat City Game Komplek pertokoan Pasar Winsord Kecamatan Lubuk Baja yang terkesan tebang pilih. Seperti yang diberitakan di media-media sebelumnya, dalam penggrebekan tersebut telah diamankan 10 wasit dan 15 orang pemain dan periksa diruangan yang berbeda.

Menurut keterangan narasumber yang namanya tak ingin disebutkan mengatakan, “setelah selesai pemeriksan di ruangan Kanit 1, sebelas orang wasit digiring ke dalam sel dan diruangan Kanit 4 para pemain kecil dilepaskan sebanyak 12 orang dan 3 orang pemain besar di tahan”, katanya. (16/3/2020).

Lanjut Narasumber menjelaskan “keesokan harinya  para wasit di periksa kembali, naas terjadi pada Lia Sri Rahayu yang mengalami patah kaki saat karena melompat dari jendela saat sedang menjalani pemerikasaan di Polresta Barelang. dimana merasa ketakutan dengan penyidik dan mengambil tindakan yang tidak wajar ingin melompat jendela.
Saat kejadian tersebut, korban langsung dibawa ke rumah sakit, di ruang unit gawat darurat, kaki Lia langsung diikat menggunakan kayu tanpa ronsen terlebih dahulu. Setelah itu, dibawa kembali ke ruangan Sel berkumpul dengan yang lainnya. Keesokan harinya dibawa lagi kerumah sakit, baru diketahui kakinya ternyata mengalami patah tebu”, ungkap Narasumber.

Baca Juga :  Mbois Menang, Pelabuhan Gelon Tuntas Dikerjakan

Menyikapi hal ini, Andi Kusuma, SH. M.Kn sebagai pemerhati sosial Kota Batam mengatakan, “pihak kepolisian diduga telah lalai dalam menjalankan tugas, hal seperti itu tidak semestinya terjadi. Apalagi ada yang dilepas dan ada yang ditahan, Itu kan kasusnya sama, jika dilepas ya dilepas semua atau jangan ada yang dilepas satu orangpun sampai kasusnya selesai. Apalagi sekarang ada yang cedera dalam tahap penyelidikan, tindakan ini sangat disayangkan”.

Menyikapi tentang Gelanggang permainan Elektronik (Gelper), Andi Kusuma minta pihak kepolisian jangan tebang pilih atau melakukan diskriminasi terhadap pengusahannya. Jika Gelper itu dianggap usaha Ilegal atau melanggar hukum, maka semua usaha Gelper juga harus di tutup. Bahkan bukan hanya usaha Gelper, tapi semua usaha yang Ilegal lainnya yang ada di Batam juga harus di grebek dan tutup, seperti VCD bajakan, HP ilegal, Pelanggaran SNI, Beras dan Gula Import Ilegal, Limbah B3, Balpres, Mikol dan banyak lainnya, ungkap Andi Kusuma sebagai pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gold Dragon Trus.

Andi menjelaskan Cerita soal judi di tanah air, memang terlalu panjang untuk diurai. Kegiatan ini bukan merupakan budaya Bangsa, tapi praktik perjudian sudah membudaya, seiring perkembangan jaman. Saking sulitnya memberantas perjudian, Pemerintah pernah melegalkan judi.
Lihat saja era lalu,  sebelum undang-undang pelarangan judi dibuat, pemerintah malah pernah menjadi fasilitator jenis perjudian lain yang disebut “undian berhadiah”. Para penggila judi pun turut senang dibuatnya.

Baca Juga :  Peninjauan Progress WBK Di Lapas Sukamiskin Oleh Kemenpan RB

Di ibu kota, Gubernur Ali Sadikin pernah membuat gempar. Ia melegalkan permainan judi yang dikenal sebagai Nalo (Nasional Lotre) berdasarkan Undang-Undang No.11 Tahun 1957 tentang tanggung jawab pemerintah terhadap daerahnya sendiri. Namun di balik pro kontra yang menyeret Ali Sadikin, permainan judi itu terbukti mampu membangun Jakarta menjadi lebih baik. Banyak infrastruktur yang dibangun dan pemerintah juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kala itu.

Terkait penggerebekan Gelper City Game di Batam, menurut Andi, Gelper tersebut diperkirakan baru buka satu bulan, sedangkan Gelper yang lain sudah buka bertahun – tahun tidak tersentuh hukum. Dalam hal ini ada indikasi atau diduga tebang pilih”. Ditambahkan Andi, Gelper di kota Batam bukan hal yang tabu lagi, buka dan tutup sudah menjadi hal biasa karena masyarakat sudah tidak peduli dengan hal tersebut. Tapi walaupun masyarakat berpandangan seperti itu, aparat sebaiknya menegakkan supermasi hukum, jangan pilih kasih terhadap pelaku usaha Gelper yang ada di kota Batam. Jika memang Gelper tersebut melanggar hukum atau ada indikasi perjudian sebaiknya semua Gelper ditutup saja. Tapi kalau Gelper dianggap tidak perjudian ya biarkanlah semuanya menjalankan usahanya dengan baik, ungkap Andi.

Baca Juga :  TNI Hidupkan Budaya Gotong Royong Lewat TMMD 108 Konkep

Terkait perizinan, Andi menilai bahwa semua Gelper di kota Batam izinnya abu – abu alis Ilegal. Andi meyakini pemerintah tak akan memberikan perizinan untuk usaha perjudian. Kalaupun ada perizinannya, izin tersebut pasti tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha Gelper. Modus itu kita sudah sama – sama tau, dan itulah yang membuat Gelper tersebut buka tutup di kota Batam. Pengamatan kami, jika terjadi penggrebekan tempat Gelper, selalu yang menjadi korban pekerja. Harapan Andi, jika City Game itu dianggap tempat perjudian, maka semua Gelper juga harus ditutup, karena semua Gelper adalah jenis usaha yang sama dan cara – cara berusaha juga sama, jelas Andi Kusuma. /Jbm

Editor ; Eno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *