BeritaDaerah

Wisatawan Tenggelam, Kapolres Ayub: Pengelola Destinasi Wisata Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP Tentang Kelalaian

Pacitan,JBM.co.id- Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Ashar, sedikit geram terkait masih tingginya kasus wisatawan tenggelam, namun sejauh ini ditengarai belum ada langkah antisipasi dari pihak pengelola wisata.

Sampai:sampai, Perwira Polisi dengan dua melati dipundak itu mengatakan, beruntung dari keluarga korban tidak mengajukan tuntutan karena dugaan kelalaian dari pengelola.

“Di Yogyakarta pernah ada pengelola wisata yang masuk penjara karena kelalaiannya. Mereka dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian. Di Pacitan ini beruntung, dari pihak korban tidak mengajukan tuntutan.

Kalau ada (tuntutan) ya tetap akan kami proses,” terang Kapolres Ayub, saat media gathering dengan puluhan insan media disalah satu cafetaria kenamaan di Pacitan, Jum’at (4/7/2025).

Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, ia akan tetap memberi rasa aman bagi siapapun. Termasuk juga dengan wisatawan yang datang ke beberapa destinasi wisata.

Apalagi, dari sejumlah kasus wisatawan tenggelam, rata-rata mereka berasal dari luar daerah. Mereka, sambung Ayub, diduga kurang paham tentang kondisi pantai lantaran minimnya edukasi dari pihak pengelola.

Sehingga rata-rata mereka yang datang, menganggap kondisi pantai aman-aman saja. “Itulah perlunya sosialisasi dan edukasi terhadap wisawatan yang datang ke kawasan pantai,” jelasnya.

Sebagai orang asli Betawi, Ayub juga menegaskan kalau dirinya kurang yakin adanya hal-hal mistik yang ada di kawasan pantai, saat memasuki tahun baru Islam atau 1 Syura.

Informasi itu, ia dapatkan saat terjadi 4 wisatawan tenggelam di Pantai Pancer Door, namun ada sumber yang mengait-ngaitkan dengan bulan Syura.

“Saya ini asli orang Betawi, nggak percayalah dengan hal-hal mistik seperti itu. Sebab kapan itu katanya sudah hal biasa setiap menjelang Bulan Syura ada kejadian seperti itu (orang tenggelam),” tegasnya.

Oleh karena itu, mantan penyidik di KPK ini meminta agar kedepan, pihak pengelola baik swasta atau pemerintah, lebih mengedepankan keamanan para pengunjung.

Terutama tim pengamanan, sarana-prasana, dan juga sumber daya yang memadai. “Kalau nggak kami juga bisa bertindak lebih tegas lagi,” tegas Kapolres. (Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button