Wayan Bawa Apresiasi Kesabaran Warga Bali Berikan Warning Keras: BBM Langka Lagi Copot Dirut Pertamina

Jbm.co.id-DENPASAR | Anggota DPRD Bali, I Wayan Bawa, SH., mengapresiasi kesabaran masyarakat Bali dalam menghadapi krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ditengah situasi sulit tersebut, masyarakat dinilai tetap mampu menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah.
Menurut Wayan Bawa, sikap masyarakat yang tetap sabar meski harus mengantre berjam-jam menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi persoalan. Terlebih, stabilitas sosial dan keamanan merupakan faktor penting bagi Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
“Masyarakat kita di Bali terkenal penyabar dan tetap menjaga daerahnya agar tetap kondusif. Sektor pariwisata itu sangat penting sekali dengan isu sosial dan isu keamanan. Saya sangat mengapresiasi masyarakat kita yang begitu sabar, walaupun mengantre berjam-jam, bahkan ada yang beradu-adu. Itu yang saya salut,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPRD Bali, I Wayan Bawa, SH., saat diwawancarai awak media seusai mengikuti sidang paripurna DPRD Bali, Jumat (30/10/2026).
Selain masyarakat, Wayan Bawa juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali beserta jajaran atas upaya koordinasi dan penanganan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Pulau Dewata.
Wayan Bawa menilai, penanganan persoalan distribusi BBM berlangsung relatif cepat dibandingkan perkiraan awal. Dengan demikian, dampak krisis tidak berlangsung terlalu lama dan aktivitas masyarakat secara bertahap mulai kembali normal.
“Kedua, saya sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran, sehingga kelangkaan BBM yang terjadi di Bali tidak terlalu lama. Penanganannya lebih cepat daripada perkiraan kita. Tidak sampai satu sampai dua minggu sesuai perkiraan,” ungkapnya.
Meski demikian, Wayan Bawa mengingatkan agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Ia meminta koordinasi antara Gubernur Bali dan jajaran pimpinan Pertamina, khususnya Direktur Utama, terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi BBM.
Menurutnya, krisis tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama terkait kesiapan pasokan, sistem distribusi, dan langkah antisipasi apabila terjadi gangguan penyaluran energi.
Bahkan, Wayan Bawa menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap pihak yang bertanggung jawab apabila kelangkaan BBM kembali terjadi.
“Kalau terjadi lagi, kita evaluasi saja. Terakhir, pecat saja Dirut, ganti saja. Ngapain juga kita negara yang begitu kaya ini dengan gaji yang begitu besar dikirim orang yang tidak jelas,” kata Wayan Bawa.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sorotan terhadap pentingnya tanggung jawab pengelolaan distribusi energi nasional. Sebab, kelancaran pasokan BBM di Bali tidak hanya menyangkut kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas UMKM, dunia usaha, hingga keberlangsungan industri pariwisata.
Bagi Bali, stabilitas pasokan energi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan destinasi.
Oleh karena itu, pengalaman kelangkaan BBM kali ini diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem distribusi energi agar persoalan serupa tidak kembali membebani masyarakat dan perekonomian Bali.
Pewarta: Ivan+Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




