UMKM Pacitan dan Nganjuk Bertemu, Menjalin Kolaborasi untuk Menguatkan Pasar dan Inovasi
"Pacitan lebih dikenal sebagai daerah tujuan, sehingga para pelaku UMKM dituntut memiliki daya juang dan kreativitas lebih besar dalam mengembangkan usahanya"

Pacitan,JBM.co.id- Semangat kolaborasi dan penguatan ekonomi kerakyatan mewarnai pertemuan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Nganjuk. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Dinkoperin) Kabupaten Pacitan menerima kunjungan studi sekaligus temu mitra dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Nganjuk beserta UMKM binaannya, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari KPPN Cabang Pacitan.
Sebanyak sekitar 40 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk 30 pelaku UMKM binaan dari Kabupaten Nganjuk. Mereka disambut hangat oleh Kepala Dinkoperin Pacitan Muhammad Ali Mustofa dan jajaran yang menghadirkan berbagai UMKM unggulan daerah dari sektor kopi, biofarmaka, kerajinan, hingga kuliner khas Pacitan.

Menurutnya pertemuan ini kali lebih dari sekadar kunjungan studi. “Pertemuan ini menjadi ruang yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan peluang kerja sama antar pelaku usaha dari dua daerah,” ujarnya.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta berdiskusi mengenai strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, inovasi, hingga tantangan yang dihadapi UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
Lebih lanjut M. Ali menyampaikan bahwa posisi geografis Pacitan yang berada di ujung selatan sekaligus ujung barat Provinsi Jawa Timur menjadikan daerah ini bukan bagian dari jalur utama perlintasan. Kondisi tersebut membuat Pacitan lebih dikenal sebagai daerah tujuan, sehingga para pelaku UMKM dituntut memiliki daya juang dan kreativitas lebih besar dalam mengembangkan usahanya.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi tumbuhnya semangat inovasi. Justru dari wilayah yang jauh dari hiruk-pikuk jalur strategis itulah lahir berbagai produk unggulan yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap terbuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku UMKM Pacitan dan Nganjuk. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas mantan Kabag Perekonomian, Setda Pacitan ini.
Pertemuan antar pelaku UMKM ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring usaha yang lebih kuat. Berbagai potensi kerja sama mulai dari kemitraan bisnis, pengembangan produk bersama, perluasan akses pasar, hingga kolaborasi inovasi menjadi topik yang mendapat perhatian khusus dalam forum tersebut.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, kolaborasi lintas daerah menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk tumbuh dan bertahan. Pertemuan di Pacitan ini membuktikan bahwa ketika pelaku usaha saling berbagi pengalaman dan membuka ruang kerja sama, maka peluang untuk berkembang akan semakin luas.
Melalui silaturahmi yang terjalin hangat dan semangat untuk maju bersama, kegiatan temu mitra ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan antara UMKM Pacitan dan Nganjuk. Sebuah langkah nyata untuk memperkuat ekonomi lokal, memperluas pasar, serta menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat di kedua daerah.(Red/yun).



