BeritaDaerahNasionalPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSosialwisata

Tiga Tahun Museum & Galeri SBY-ANI, Wabup Gagarin Dorong Museum Jadi Ruang Edukasi dan Kebersamaan

"Keberadaan Museum dan Galeri SBY ANI bukan hanya memiliki nilai sebagai ruang penyimpanan dan pengenalan sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat serta wadah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan"

Pacitan,JBM.co.id-Museum & Galeri SBY ANI Pacitan memasuki tahun ketiganya dengan semangat merajut harmoni sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat melalui rangkaian kegiatan olahraga dan permainan tradisional.

Mengusung tema “3 Tahun Museum & Galeri SBY ANI Merajut Harmoni”, peringatan hari ulang tahun ke-3 museum tersebut dibuka pada Minggu (23/8/2026) di Museum & Galeri SBY ANI, Jalur Lintas Selatan (JLS) +400, Ploso, Kecamatan Pacitan.

Seremonial pembukaan dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin, bersama jajaran Museum & Galeri SBY ANI serta masyarakat dan peserta kegiatan.

Tak sekadar menjadi penanda perjalanan tiga tahun museum, momentum tersebut dikemas dengan sejumlah kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Sedikitnya terdapat empat cabang perlombaan, yakni mancing, tenis meja, catur, serta Festival Permainan Tradisional.

Wakil Bupati Pacitan Gagarin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Museum & Galeri SBY ANI bukan hanya memiliki nilai sebagai ruang penyimpanan dan pengenalan sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat serta wadah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Momentum tiga tahun ini tentu menjadi bagian penting dalam perjalanan Museum & Galeri SBY ANI. Kami berharap keberadaannya terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu ruang edukasi serta kebudayaan di Pacitan,” ujar Gagarin, Selasa (25/8).

Ia menilai kegiatan yang memadukan olahraga dengan permainan tradisional memiliki nilai tersendiri. Di tengah perkembangan zaman, permainan tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Permainan tradisional ini bagian dari kekayaan budaya kita. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal permainan modern, sementara permainan yang diwariskan oleh para leluhur justru semakin dilupakan,” katanya.

Gagarin berharap rangkaian peringatan HUT ke-3 tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan mampu membangun interaksi yang lebih erat antara museum, masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan Museum & Galeri SBY ANI semakin dikenal masyarakat, bukan hanya sebagai tempat untuk melihat sejarah, tetapi juga sebagai tempat belajar, berkegiatan, dan membangun kebersamaan,” tutur Gagarin.

Sementara itu, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Museum & Galeri SBY ANI untuk menjadikan museum sebagai ruang yang hidup. Museum tidak hanya menyimpan jejak masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan merawat nilai-nilai kebersamaan.

Wabup Pacitan, Gagarin saat ikuti perlombaan mancing pada HUT ke-3 Museum dan Galeri SBY-ANY.
Wabup Pacitan, Gagarin saat ikuti perlombaan mancing pada HUT ke-3 Museum dan Galeri SBY-ANY.

Tiga tahun perjalanan Museum & Galeri SBY ANI pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali perannya di tengah masyarakat Pacitan. Dari ruang-ruang yang menyimpan kenangan dan sejarah, semangat itu kini diteruskan melalui aktivitas yang lebih dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Dengan semangat “Merajut Harmoni”, peringatan tahun ketiga tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa merawat sejarah tidak harus selalu dilakukan dalam suasana sunyi. Sejarah dan kebudayaan dapat terus hidup ketika masyarakat diberi ruang untuk mengenal, merasakan, sekaligus merayakannya bersama.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button