BaliBeritaDaerahDenpasar

Zulfikar Wijaya Dorong UMKM Bali Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal Buka Market Baru UMKM Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Anggota DPRD Provinsi Bali Zulfikar Wijaya, S.E., mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali memperkuat sertifikasi halal untuk membuka pasar wisatawan muslim sekaligus meningkatkan omzet usaha.

Menurutnya, sertifikasi halal tidak sekadar memenuhi ketentuan, tetapi menjadi nilai tambah yang dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi wisatawan muslim saat membeli makanan maupun produk UMKM di Bali.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Bali Zulfikar Wijaya, S.E., dalam kegiatan Pendampingan Legalitas dan Sertifikasi Halal (PLSH) UMKM Tahun 2026 di Wistara Bali, Denpasar, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan 150 UMKM se-Bali dan merupakan hasil kolaborasi Ketua Yayasan Forkom Sahabat Surga Bali, Komang Fatimah Arsini, bersama Ketua HPN Badung Dwi Lilis Suryani.

Zulfikar Wijaya mengatakan wisatawan domestik dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera merupakan pasar potensial yang perlu digarap pelaku UMKM Bali.

“Ini akan meningkatkan berbagai macam omzet, terutama untuk pelaku UMKM. Fokus kita memang UMKM. Apalagi Bali memiliki banyak kunjungan wisatawan domestik,” kata Zulfikar Wijaya.

Lebih lanjut, Zulfikar Wijaya menilai kepastian status halal dapat membuat wisatawan muslim lebih percaya diri membeli produk UMKM lokal.

“Ketika pelakunya teman-teman dari Bali sudah memiliki sertifikasi halal, mereka tidak ragu lagi untuk masuk. Hal-hal kecil seperti membeli rujak atau makanan lainnya pun menjadi lebih mudah ketika ada kepastian halal,” kata Zulfikar Wijaya.

Zulfikar Wijaya menyebut sertifikasi halal sekaligus dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM Bali untuk mendapatkan segmen pasar baru.

“Jadi, menambah market baru. Yang sebelumnya mungkin ragu, khususnya wisatawan muslim, ketika sudah ada label halalnya mereka bisa langsung masuk dan membeli. Sampai sekarang masih banyak pertanyaan, di mana tempat-tempat yang halal di Bali. Padahal sebenarnya banyak,” terangnya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu ditangkap pelaku UMKM karena Bali tidak hanya menjadi tujuan wisatawan mancanegara, tetapi juga memiliki arus kunjungan wisatawan domestik yang besar.

Oleh karena itu, Zulfikar Wijaya mendorong semakin banyak UMKM Bali melengkapi produknya dengan sertifikasi halal. Langkah tersebut bertujuan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi UMKM lokal dalam mendukung sektor pariwisata Bali.

Zulfikar Wijaya juga menilai keberadaan produk UMKM yang memiliki kepastian halal akan semakin memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata yang nyaman bagi wisatawan dari berbagai latar belakang.

“Dengan demikian, sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai strategi bisnis bagi UMKM Bali untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan omzet,” pungkasnya.

Pewarta: Ace Wiguna

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button