BeritaDaerahKeagamaanOpiniPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Tanpa Kembang Api, Pacitan Menyalakan Cahaya Doa di Ambang Tahun

"Harapan tak diteriakkan. Dia dirapalkan perlahan, menyatu dengan doa-doa masyarakat yang menginginkan masa depan lebih teduh dan bermakna"

Pacitan,JBM.co.id-Saat detik terakhir tahun lama gugur dalam sunyi, jarum jam perlahan berhenti di angka 00.00 WIB. Tak ada sorak, tak pula dentuman kembang api yang memecah langit. Pacitan memilih diam, diam yang penuh makna.

Di ambang pergantian tahun, Sekretaris Daerah Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, meneguhkan hati bahwa satu tahun perjalanan pemerintahan telah dilalui. Bukan perjalanan yang selalu lapang, tetapi sarat ikhtiar, pengabdian, dan keikhlasan yang dijalani bersama.

Harapan tak diteriakkan. Dia dirapalkan perlahan, menyatu dengan doa-doa masyarakat yang menginginkan masa depan lebih teduh dan bermakna.

Di tengah dunia yang kerap merayakan pergantian waktu dengan gegap gempita, Pacitan justru “menunduk”, memohon restu langit.

Aula Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo malam nanti, menjadi ruang sakral. Lantunan istiqosah menggema lirih, menghadirkan cahaya yang tak terlihat mata, namun terasa menenangkan jiwa. Doa-doa mengalir sebagai pengakuan bahwa manusia hanyalah pejalan, dan waktu adalah amanah.

Di sanalah kekuatan sejati dilahirkan. “Bukan dari letupan cahaya di angkasa, melainkan dari keteguhan batin dan kebersamaan hati. Sebuah energi spiritual yang diyakini akan mengiringi langkah Pacitan menapaki tahun 2026,” ujar Sekda Maulana Heru, dengan nada lembut namun syarat makna, Rabu (31/12/2025).

Umur panjang, kesehatan, ketenteraman, dan kebahagiaan hakiki, sambungnya, menjadi doa utama. “Harapan sederhana, namun paling mendasar, agar Pacitan tetap diberi keselamatan, dan setiap langkah ke depan senantiasa berada dalam lindungan-Nya,” tegasnya.

Malam pergantian tahun nanti pun berlalu. Tanpa kembang api, tanpa hingar-bingar. Namun cahaya doa telah dinyalakan, cukup terang untuk menerangi perjalanan panjang Pacitan ke depan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button