BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Sosialisasi dan Bimtek DTSEN Perkuat Akurasi Data Sosial Ekonomi di Kabupaten Pacitan

"DTSEN dihadirkan sebagai rujukan utama dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial, sehingga bantuan dan intervensi pemerintah dapat tepat sasaran serta berkeadilan"

Pacitan,JBM.co.id- Pemerintah Kabupaten Pacitan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan data sosial ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa dan Lurah beserta perangkat aparatur desa se-Kabupaten Pacitan, Koordinator Kader PKH dan SLRT, serta para pemangku kepentingan terkait.

Sekda Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro saat membacakan sambutan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro mengatakan, kegiatan sosialisasi dan bimtek DTSEN ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis pemerintah pusat dalam membangun satu basis data sosial ekonomi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“DTSEN dihadirkan sebagai rujukan utama dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial, sehingga bantuan dan intervensi pemerintah dapat tepat sasaran serta berkeadilan,” ujar Sekda Maulana Heru memetikan sambutan Bupati di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Kamis (29/1/2026).

Bupati, sambung Sekda Heru menegaskan bahwa data yang valid tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan publik. Ketepatan data akan menentukan keberhasilan program bantuan sosial, pengentasan kemiskinan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, kualitas data sangat bergantung pada peran aktif dan ketelitian aparatur di tingkat desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pendataan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa pengelolaan DTSEN menuntut adanya komitmen dan sinergi lintas sektor. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dan kelurahan harus bekerja secara terkoordinasi agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencegah tumpang tindih data serta meminimalisasi potensi kesalahan sasaran penerima manfaat program sosial.

Kementerian Sosial Republik Indonesia turut hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan penguatan kebijakan sekaligus bimbingan teknis kepada para peserta. Melalui sesi pemaparan dan diskusi, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai konsep DTSEN, mekanisme pemutakhiran data, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam proses pendataan dan validasi.

Para peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh ke dalam tugas dan fungsi sehari-hari. Dengan meningkatnya kapasitas aparatur dan pendamping sosial, kualitas data DTSEN di Kabupaten Pacitan diharapkan semakin baik dan dapat menjadi dasar yang kuat dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis DTSEN ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan optimistis dapat memperkuat tata kelola data sosial ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia, melalui program-program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button