Simulasi SAR di FINNS Beach Club Bersama SGi dan Basarnas Perkuat Kesiapsiagaan Keselamatan Pariwisata Bali

Jbm.co.id-BADUNG | FINNS Beach Club bersama SGi menginisiasi simulasi penyelamatan Search and Rescue (SAR) di kawasan FINNS Beach Club, Jalan Pantai Berawa, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini melibatkan dukungan helikopter dari SGi serta berkolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali.
COO FINNS, Paul Hussey menyatakan dukungan penuh terhadap simulasi tersebut sebagai bagian dari kolaborasi antara FINNS Beach Club, SGi selaku penyedia helikopter dan Basarnas.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum pengenalan sinergi lintas sektor guna meningkatkan pemahaman publik serta memperkuat kesiapsiagaan keselamatan di kawasan pariwisata Bali.
“Hal ini sebagai komitmen FINNS Beach Club untuk berkontribusi dalam menciptakan pariwisata yang aman di Provinsi Bali, dalam rangka mendemonstrasikan integrasi teknologi udara dari pihak swasta dan keahlian teknis dari Basarnas dapat menciptakan standar keamanan pariwisata baru yang lebih tangguh di Bali,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Nyoman Sidakarya mengapresiasi keterlibatan FINNS Beach Club yang dinilai mampu menjadi role model dalam menarik dukungan SGi sebagai sponsor utama untuk mendukung tugas-tugas kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya dari Basarnas Bali juga melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) atau MoU antara pihak pemerintah dan swasta, sehingga terjalin hubungan baik antara Basarnas Bali dengan FINNS Beach Club dan SGi, guna membantu penanganan situasi kedaruratan.
“Tadi sore, kami sudah laksanakan kolaborasi dalam simulasi penyelamatan SAR,” kata Nyoman Sidakarya.
Nyoman Sidakarya juga menambahkan, proses evakuasi korban hingga diterbangkan menggunakan helikopter dalam simulasi tersebut memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Waktu tanggap tersebut dinilai berpotensi meningkatkan peluang keselamatan korban, apabila kejadian darurat benar-benar terjadi di lapangan.
“Itu kemungkinan bisa kita selamatkan, karena Tim SAR sudah berada di lapangan dan kita menunggu evakuasi penurunan kedaruratan dengan menggunakan jalur udara, kemungkinan besar bisa diselamatkan,” terangnya.
Terkait kendala di lapangan, Nyoman menegaskan setiap operasi penyelamatan pasti menghadapi tantangan. Namun, berbagai potensi hambatan diupayakan dapat diantisipasi melalui koordinasi dan kerja sama antara Basarnas, FINNS Beach Club beserta SGi.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan SGi waktu evakuasi korban di Gunung Rinjani dan itu berhasil. Ditambah lagi sekarang ini adanya FINNS Beach Club sebagai sponsor utama di sore hari ini. Mudah-mudahan permasalahan itu bisa dikendalikan, dengan menggunakan jalur udara,” kata Nyoman Sidakarya.
Melalui simulasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan standar keselamatan pariwisata Bali, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia layanan darurat dalam menghadapi potensi situasi krisis di kawasan wisata. (red).




