Putra Bali Mayjen TNI Putra Widiastawa Resmi Pimpin Kodam IX/Udayana Lulusan Akmil 1995

Jbm.co.id-DENPASAR | Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi dipercaya menjabat Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Penunjukan Putra Widiastawa, perwira tinggi TNI AD kelahiran Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi perhatian tersendiri. Dengan pengalaman panjang di bidang operasi, komando, teritorial, dan staf, ia kini mengemban tanggung jawab memimpin Kodam IX/Udayana yang membawahi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep: 1236/X/2026 tanggal 1 Oktober 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Serah terima jabatan sejumlah Pangdam dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026), dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD, sekaligus pembinaan karier perwira tinggi untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Putra Bali Lulusan Akmil 1995
Mayjen TNI Putra Widiastawa lahir di Singaraja pada 3 April 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dan mengawali karier militernya melalui kecabangan Infanteri di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sepanjang perjalanan kariernya, Putra Widiastawa menempuh berbagai pendidikan militer, mulai dari pendidikan kecabangan Infanteri, Suslapa Infanteri, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2009, Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2018, hingga pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2024.
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kapasitas kepemimpinan, kemampuan perencanaan strategis, serta pemahaman terhadap dinamika pertahanan dan keamanan.
Pengalamannya juga ditempa melalui sejumlah penugasan operasi, di antaranya Operasi Timor Timur pada 1998, pengamanan wilayah Ambon pada 2000, Operasi Komite Aceh pada 2002, Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua pada 2015, serta Operasi Tinombala di Poso pada 2016.
Berbagai penugasan tersebut memberikan pengalaman dalam menghadapi karakteristik wilayah operasi dan dinamika keamanan yang berbeda.
Pernah Jabat Ir Kopassus
Selain pengalaman operasi, Putra Widiastawa pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD. Di antaranya Danyonif Linud 328 Kostrad, Dandim 0911/Nunukan, Danbrigif 22/Ota Manasa, Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Wadan Rindam XIII/Merdeka, Kapusdalops, serta Staf Khusus Kasad.
Sebelum dipercaya menjadi Pangdam IX/Udayana, ia menjabat Inspektur Komando Pasukan Khusus (Ir Kopassus) sejak 15 Agustus 2025.
Dalam perjalanan pengabdiannya, ia juga memperoleh sejumlah tanda kehormatan, antara lain Satyalancana Seroja, Satyalancana GOM VIII/Dharma Phala, Satyalancana GOM IX/Raksaka Dharma, Satyalancana PBB/UN Medal, dan Satyalancana Wira Dharma.
Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Prajurit
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa penunjukan Putra Widiastawa merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI AD.
“Sebagai putra daerah Bali yang lahir di Singaraja, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan dapat melanjutkan kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat pelaksanaan tugas Kodam IX/Udayana. Dengan pengalaman penugasan dan kepemimpinan yang dimiliki, beliau diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta terus menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Bali” ungkapnya.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan program strategis Kodam IX/Udayana, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali dan kawasan Nusa Tenggara.
Sementara itu, penugasan Mayjen TNI Piek Budyakto sebagai Pangdam V/Brawijaya menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian perwira tinggi TNI AD dalam mengemban tanggung jawab di wilayah berbeda.
Pergantian tongkat komando tersebut menegaskan upaya TNI AD dalam memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat di tengah perkembangan lingkungan strategis nasional.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




