Polda Bali Gandeng KPU, Bawaslu, Parpol dan Organisasi Kepemudaan Perkuat Sinergi Politik Jelang Pemilu 2029 Fokus Cegah Hoaks serta Polarisasi

Jbm.co.id-DENPASAR | Polda Bali mulai memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dinamika politik menuju Pemilu Tahun 2029. Langkah preventif tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan partai politik, organisasi kepemudaan, serta penyelenggara pemilu di Bali.
Kegiatan yang digelar Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali pada Kamis, 11 Juni 2026, di Puri Nusa Indah Hotel, Denpasar Timur, mengangkat tema “Membangun Kesamaan Persepsi dan Komitmen Bersama dalam Menyikapi Dinamika Politik guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Bali.”
FGD tersebut menjadi ruang komunikasi antara aparat keamanan, penyelenggara pemilu, organisasi kepemudaan, dan partai politik untuk memperkuat koordinasi menghadapi perkembangan politik yang mulai terasa meskipun tahapan Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi.
Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol. Andy Ervyn, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa stabilitas sosial politik tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia menyampaikan bahwa perkembangan isu politik di ruang publik maupun media sosial harus diantisipasi melalui deteksi dini dan penguatan komunikasi lintas sektor.
Selain itu, Direktur Intelkam juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama meningkatkan pendidikan politik yang sehat, memperkuat literasi digital masyarakat, serta menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, propaganda digital, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi yang dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mengapresiasi langkah Polda Bali yang membangun ruang dialog bersama seluruh stakeholder politik di Bali. Menurutnya, komunikasi sejak dini sangat penting untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas.
“KPU Provinsi Bali siap terus bersinergi dengan Polda Bali dan seluruh stakeholder dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan partisipatif dan mencegah potensi konflik politik di masyarakat.
Menurutnya, forum komunikasi seperti ini penting untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial politik di Bali agar tetap aman dan kondusif menjelang pesta demokrasi mendatang.
Melalui FGD tersebut, seluruh peserta juga menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan pendidikan politik masyarakat, serta menjadi cooling system di tengah berkembangnya berbagai isu politik menjelang Pemilu Tahun 2029. (ace).




