BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSosial

Lepas Kontingen Jamnas XII, Ketua Kwarcab Pacitan Titip Pesan: Bawa Nama Baik Daerah dan Tebar Inspirasi

"Para peserta mampu membawa pulang bukan hanya pengalaman dan cerita, tetapi juga karakter yang semakin matang, jejaring persahabatan yang luas, serta semangat untuk terus mengabdi"

Pacitan,JBM.co.id-Semangat, kebanggaan, sekaligus pesan tentang masa depan mengiringi pelepasan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pacitan.

Di hadapan para pembina, orang tua, jajaran pengurus kwartir, serta para peserta, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jamnas bukan sekadar perjalanan mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi menjadi bagian dari proses menempa calon pemimpin masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Heru Wiwoho saat memimpin upacara pelepasan Kontingen Jamnas XII Kwarcab Pacitan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pramuka tidak hanya menjadi ruang untuk berkegiatan di alam terbuka, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta ketangguhan generasi muda.

“Gerakan Pramuka pada mulanya adalah organisasi pengkaderan untuk mempersiapkan dan mencetak bibit unggul pemimpin masa depan bangsa. Namun seiring perkembangan zaman, pendidikan dan pelatihan dalam Gerakan Pramuka juga diarahkan menjadi wadah yang mampu melindungi generasi muda dari berbagai ancaman moral yang muncul seiring globalisasi,” ujarnya.

Heru menilai, penguatan karakter dan kepemimpinan yang dilakukan secara konsisten melalui Gerakan Pramuka merupakan salah satu investasi penting untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Pacitan. Mulai dari para camat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Ketua Kwartir Ranting, hingga para kepala sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus).

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh camat selaku Ketua Mabiran, Ketua Kwartir Ranting, serta kepala sekolah selaku Ketua Mabigus dalam menyukseskan Gerakan Pramuka,” kata Maulana Heru yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan.

Pesan khusus juga disampaikan Heru kepada para orang tua dan wali peserta Jamnas. Ia menyebut para Pramuka Penggalang yang berangkat bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga merupakan aset berharga bagi bangsa dan negara.

Di balik keberanian dan keceriaan para peserta yang mengenakan seragam Pramuka dengan penuh kebanggaan, terdapat dukungan keluarga yang tidak kalah penting.

“Putra-putri kita ini adalah calon-calon pemimpin handal di masa datang. Mereka adalah kebanggaan bapak-ibu dan kita semua, tetapi pada hari ini mereka juga merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara serta investasi bagi perbaikan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang terus mendorong anak-anak mereka aktif mengikuti kegiatan kepramukaan, termasuk memberikan dukungan moril maupun materiil hingga mereka mampu mencapai tahap tersebut.

Kepada para peserta Jamnas XII, Heru berpesan agar kesempatan bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dengan kepanduan dari kawasan Asia Pasifik, tidak dilewatkan begitu saja.

Jamnas, menurutnya, harus menjadi ruang untuk belajar mengenal perbedaan, membangun persahabatan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan keberanian untuk berkolaborasi.

“Jadilah orang yang rendah hati dengan karakter positif dalam pergaulan. Perbanyak kawan dan sahabat baru tanpa membeda-bedakan,” pesannya.

Ia juga meminta para peserta menjadi duta kecil Pacitan. Setiap pertemuan dengan Pramuka dari daerah lain harus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah asal mereka.

“Informasikan berbagai pesona dan potensi Pacitan kepada teman-teman yang ditemui. Perkenalkan dirimu sebagai bagian dari Pacitan, Kota 1001 Goa, dengan surga garis pantai yang menakjubkan,” pesannya.

Selain itu, Heru mengingatkan para peserta agar tidak mengabaikan kesehatan dan ibadah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jamnas.

“Jagalah kesehatan dan ibadah dalam berbagai kesempatan, karena sesungguhnya kalian akan banyak bergantung kepada dua hal tersebut,” katanya.

Pesan terakhirnya adalah menjadikan seluruh pengalaman selama Jamnas sebagai bekal untuk melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya.

“Jadikan pengalaman Jambore ini sebagai pelatihan dalam pengabdian kepada keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Masih di kesempatan yang sama, Heru juga mengingatkan bahwa perjalanan para peserta sebagai anggota Gerakan Pramuka masih panjang. Jenjang kepramukaan yang meliputi Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega, menurutnya, harus dipahami sebagai sebuah proses pembentukan diri yang berkelanjutan.

Keberhasilan yang diraih para peserta hingga dapat mewakili Pacitan di ajang nasional tersebut, kata Heru, bukanlah garis akhir.

“Keberhasilan yang kalian raih pada hari ini adalah separuh perjalanan yang harus ditempuh untuk menjadi pemimpin yang handal. Untuk itu, kalian wajib menjadi anggota Pramuka pada jenjang berikutnya,” tegasnya.

Ia berharap para peserta mampu membawa pulang bukan hanya pengalaman dan cerita, tetapi juga karakter yang semakin matang, jejaring persahabatan yang luas, serta semangat untuk terus mengabdi.

Pada akhir sambutannya, Heru secara resmi memberangkatkan Kontingen Jamnas XII Kwarcab Pacitan.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kontingen Jambore Nasional dari Kwartir Cabang Pacitan secara resmi saya berangkatkan. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua,” ucapnya.

Pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi kontingen Pacitan untuk membawa nama daerah ke panggung pertemuan Pramuka tingkat nasional. Mereka tidak hanya berangkat sebagai peserta Jamnas, tetapi juga membawa identitas, karakter, dan semangat Pacitan.

Sebagaimana pesan yang selalu digaungkan Kwarcab Pacitan, semangat itu terangkum dalam sebuah motto: Pramuka selalu berakhlak mulia, Pramuka selalu memberi warna, Pramuka selalu berbunga, dan Pramuka Pacitan akan selalu tetap ceria.

Langkah para Pramuka Penggalang Pacitan pun dimulai. Membawa harapan keluarga, doa para pembina, dan nama baik daerah untuk ditorehkan dalam pengalaman Jambore Nasional XII Tahun 2026.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button