BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanSosial

Pesan Menyentuh KH Mahmud: Memberi Tanpa Mengingat, Menerima Tanpa Melupakan

"Sering kali manusia terlalu fokus pada amal besar, padahal bisa jadi justru kebaikan kecil yang tuluslah yang bernilai besar di sisi Allah"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah kondang KH Mahmud menyampaikan pesan moral yang sarat makna bagi umat Islam. Mengutip hikmah dari ulama kharismatik Gus Baha, KH Mahmud mengingatkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar mengetahui amal kebaikan mana yang akan mengantarkannya menuju surga.

Menurutnya, sering kali manusia terlalu fokus pada amal besar, padahal bisa jadi justru kebaikan kecil yang tuluslah yang bernilai besar di sisi Allah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam berbuat baik.

“Kadang kita merasa amal kita biasa saja. Padahal bisa jadi senyuman, sedekah kecil, atau bantuan sederhana kepada orang lain itulah yang menjadi sebab keselamatan kita,” ujar KH Mahmud, Senin (16/3/2026).

Ia kemudian mengingatkan dua prinsip sederhana namun mendalam yang perlu dipegang dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, memberi tanpa mengingat. Artinya, setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain hendaknya tidak diungkit kembali, tidak diingat sebagai jasa, dan tidak dijadikan alasan untuk merasa lebih baik dari orang lain.

Prinsip kedua adalah menerima tanpa melupakan. KH Mahmud menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang diterima dari orang lain seharusnya selalu diingat sebagai bentuk syukur dan penghargaan.

“Jangan menjadi orang yang mudah melupakan kebaikan orang lain, tetapi justru sibuk mengingat jasa diri sendiri,” tegasnya.

Pesan ini, lanjut KH Mahmud, bukan sekadar nasihat moral, melainkan cara untuk menjaga hati tetap bersih dari riya, sombong, dan rasa tidak tahu berterima kasih.

Mantan Ketua PCNU Pacitan ini mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan sekecil apa pun dengan penuh keikhlasan. Karena pada akhirnya, manusia tidak pernah tahu amal mana yang akan menjadi penolongnya di hadapan Allah kelak.

“Bisa jadi kebaikan yang kita anggap kecil justru menjadi cahaya yang menyelamatkan kita di akhirat,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button