Pentahelix Bergerak Cepat, Bupati Aji Apresiasi Soliditas Penanganan Pascagempa
"Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, semoga diberikan ketabahan, karena peristiwa ini merupakan kehendak di luar kuasa manusia"

Pacitan,JBM.co.id- Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam penanganan pascagempa tektonik yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sebagai wujud nyata penerapan sistem pentahelix dalam penanggulangan bencana.
Hal itu disampaikan melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, Bupati menaruh hormat dan terima kasih kepada unsur TNI–Polri, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, relawan, serta media massa yang turut berkontribusi aktif sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.
“Sinergi semua elemen ini menjadi kekuatan utama daerah dalam menghadapi bencana. Tidak hanya mempercepat penanganan di lapangan, tetapi juga memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan menenangkan,” ujar Luthfi.
Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Pacitan dan sekitarnya menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan bencana geologi. Namun demikian, kesiapsiagaan dan kerja sama yang solid terbukti mampu meminimalkan risiko dan dampak lanjutan.

“Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, semoga diberikan ketabahan, karena peristiwa ini merupakan kehendak di luar kuasa manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Pacitan mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi serta terus mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan instansi kebencanaan. Edukasi kebencanaan, kesiapan keluarga, serta kepedulian sosial menjadi kunci penting dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Dilandasi semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Pacitan diharapkan mampu bangkit lebih kuat, sekaligus menjadi contoh bahwa solidaritas dan kesiapsiagaan adalah fondasi utama dalam menghadapi situasi darurat secara humanis dan berkelanjutan.(Red/yun).




