BadungBaliBeritaDaerahPariwisata

Mercure Kuta Beach Bali Perluas Peluang Kerja bagi Disabilitas Lewat Duo Days

Jbm.co.id-BADUNG | Mercure Kuta Beach Bali kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusivitas melalui program Duo Days, sebuah inisiatif global dari Accor dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Melalui kegiatan ini, hotel memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengenal lebih dekat operasional perhotelan, sekaligus membuka peluang karier di industri pariwisata.

Bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Badung dan Dinas Sosial Kota Denpasar, para peserta diajak menyusuri sejumlah divisi mulai dari housekeeping, keamanan, hingga dapur. Semua proses edukasi disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing peserta agar pembelajaran berlangsung optimal dan aplikatif.

Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Pantri Arini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan selama tiga tahun.

“Kami ingin memperlakukan mereka sebagai talenta yang setara. Mereka berhak mendapat peluang yang sama untuk berkembang,” terangnya, saat ditemui, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa komitmen ini selaras dengan kampanye global Diversity is a Matter yang diusung Accor.

Melalui kampanye tersebut, perusahaan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya, berkontribusi, dan memiliki masa depan yang setara bersama pekerja lainnya.

Terkait pelatihan teknis, Pantri menjelaskan bahwa hotel telah menyiapkan penempatan sesuai kompetensi dan keterbatasan masing-masing peserta. Penyandang disabilitas pengguna kursi roda dapat diarahkan pada bidang yang tidak menuntut mobilitas tinggi seperti administrasi atau pengawasan, sementara peserta lainnya dapat berlatih pada bidang dapur maupun housekeeping.

“Ke depan, kami juga akan memberikan exclusive short training untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, sekaligus membangun keyakinan industri hotel terhadap kemampuan para penyandang disabilitas,” tambahnya.

Hotel juga telah memulai pelatihan internal sebagai tahap persiapan kolaborasi yang lebih besar. “Kami sedang membangun keyakinan terhadap potensi mereka. Karena itu, kolaborasi dengan kegiatan sosial ini menjadi langkah pertama agar para peserta semakin familiar dengan dunia perhotelan,” ujarnya.

Apresiasi diberikan oleh perwakilan Dinas Sosial, I Made Tara, S.Sos., yang menilai langkah ini sebagai contoh konkret dari keterlibatan dunia usaha dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Dunia usaha memiliki peran besar dalam mendukung keberdayaan penyandang disabilitas. Upaya Mercure Kuta Beach Bali adalah contoh baik bagaimana sektor swasta ikut berkontribusi. Dari data kami, jumlah penyandang disabilitas cukup variatif dan terus bertambah, sehingga program seperti ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Sekitar 20 peserta dari berbagai jenis disabilitas terlibat dalam kegiatan ini. Sebagian telah bekerja atau memiliki usaha, sementara lainnya masih mencari peluang. Melalui Duo Days, peserta diharapkan mendapatkan wawasan baru serta peluang untuk menuju kemandirian ekonomi.

Mercure Kuta Beach Bali berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi sektor pariwisata lainnya untuk lebih terbuka terhadap keberagaman. Bagi hotel, inklusi bukan sekadar slogan, tetapi langkah nyata dalam memberdayakan manusia tanpa batas kemampuan. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button