Komisi XII DPR RI Sebut KEK Kura Kura Bali Tawarkan Konsep Kawasan Masa Depan Berkelanjutan Nasional Ramah Lingkungan

Jbm.co.id-DENPASAR | Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto memimpin Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi XII DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025-2026 di KEK Kura Kura Bali, Denpasar, Kamis, 23 Juli 2026.
Kunker Reses Komisi XII DPR RI diterima Tuti Hadiputranto selaku Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Tantowi Yahya Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID).
Rombongan Kunker Komisi XII DPR RI dipimpin Ketua Tim Sugeng Suparwoto, M.T., yang juga Wakil Ketua Komisi XII DPR RI didampingi Wakil Ketua Tim, Dr. Bambang Patijaya, SE., MM., Dony Maryadi Oekon, S.T., dan juga Wakil Ketua Tim, Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus.
Hadir pula, Anggota Komisi XII DPR RI diantaranya Ir. Bambang Wuryanto, MBA., H. Yulian Gunhar, SH., M.H., Sigit Karyawan Yunianto, SH., MAP., Jamaludiin Malik, S.H., M.H., drg. Alfons Manibui, Ir. Beniyanto, S.T., Dr. Ramson Siagian, Rocky Chandra, Cheroline Chrisye Makalew, Dr. Syarif Fasha, SE., M.E., N.M Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Syafruddin, S. Pd., Dr. Ir. H. A. Junaidi Auly, M.M., H. Jalal Abdul Nasir, AK., Aqib Ardiansyah, M.Si., H. Totok Daryanto, S.E., Dr. H. Eddy Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc., dan Dr. Sartono, SE.,MM ., serta 3 orang Sekretaris, yaitu Dwiyanti, Taufiq dan Abd. Waiz.
Selain itu, Kunker Reses Komisi XII DPR RI dihadiri oleh Dirjen Ketenagalistrikan KESDM RI, Dirjen EBTKE KESDM RI, Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Direktur Utama PT PLN (Persero), Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dan Direktur Utama PT Bali Turtle Island Development serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Ketua Tim Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang mengintegrasikan keindahan alam dan budaya Bali serta industri kreatif.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi XII DPR RI memberikan perhatian atas konsep pengembangan KEK Kura Kura Bali yang menggabungkan aspek ekonomi, pelestarian lingkungan, budaya hingga penerapan energi bersih.
Ketua Tim Kunker, Sugeng Suparwoto menyebut konsep yang diterapkan di KEK Kura Kura Bali menunjukkan arah pembangunan kawasan masa depan yang memperhatikan keseimbangan antara investasi dan keberlanjutan.
“Inilah sebuah konsep pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yang sangat luar biasa. Kami tadi diberikan penjelasan, baik oleh Bu Tutik selaku Direktur Utama dan pak Tantowi sebagai Komisaris Utama,” kata Sugeng Suparwoto.
Sugeng Suparwoto menjelaskan, konsep tersebut tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi mulai diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Salah satunya adalah rencana pembukaan outlet baru yang dijadwalkan diresmikan pada 31 Juli 2026.
Menurutnya, pengembangan kawasan juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan tetap menjaga nilai budaya Bali, kelestarian lingkungan, serta memperhatikan aspek sosial masyarakat.
Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi, lingkungan hidup, dan investasi menilai pendekatan tersebut dapat menjadi contoh bagi pengembangan kawasan ekonomi di daerah lain.
Selain mengembangkan sektor investasi, KEK Kura Kura Bali juga membangun fasilitas pendukung, seperti kawasan hunian, sekolah, layanan kesehatan, sistem pengelolaan sampah berbasis Zero Waste hingga pelestarian kawasan mangrove yang berperan penting dalam penyerapan karbon.
Sugeng Suparwoto menilai keberadaan hutan mangrove sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung transisi energi dan pembangunan rendah karbon yang pernah menjadi salah satu agenda utama Forum G20.
Sugeng Suparwoto juga menekankan pentingnya dukungan lintas kementerian dan lembaga agar pengembangan kawasan berjalan selaras dengan penyediaan energi, infrastruktur, serta investasi.
“Hadir PLN listriknya bagaimana serta Dirjen Migas kita menuju transisi kelistrikan sebelumnya gas. Dari sisi lingkungan hidup juga hadir Kementerian Lingkungan Hidup dan juga Kementerian ESDM tidak hanya kelistrikan dan migas, tapi juga ada Dirjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan) dan juga BKPM juga menjadi mitra Komisi XII DPR RI,” pungkasnya. (ace).



