Komisi XII DPR RI Apresiasi KEK Kura Kura Bali Terapkan Investasi Hijau Berkelanjutan Gabungkan Ekonomi, Pelestarian Lingkungan dan Budaya Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Komisi XII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Desa Serangan, Denpasar, Kamis, 23 Juli 2026.
Kunker Reses Komisi XII DPR RI menitikberatkan perhatian pada penerapan investasi berkelanjutan yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan budaya Bali.
Rombongan Kunker Reses Komisi XII DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto diterima Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tuti Hadiputranto, bersama Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya.
Kunjungan tersebut juga dihadiri sejumlah anggota Komisi XII DPR RI, pejabat Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Investasi/BKPM, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, serta Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi XII DPR RI menilai pengembangan KEK Kura Kura Bali tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui penerapan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kawasan tersebut dinilai mengintegrasikan pengembangan ekonomi dengan perlindungan lingkungan, pelestarian budaya Bali, hingga penerapan energi bersih sebagai pondasi pembangunan jangka panjang.
“Inilah sebuah konsep pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yang sangat luar biasa. Kami tadi diberikan penjelasan, baik oleh Bu Tutik selaku Direktur Utama dan pak Tantowi sebagai Komisaris Utama,” kata Sugeng Suparwoto.
Komisi XII DPR RI melihat konsep tersebut mulai diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas yang mendukung kawasan berkelanjutan. Salah satunya adalah rencana pembukaan outlet baru yang dijadwalkan diresmikan pada 31 Juli 2026.
Selain mendukung investasi, kawasan ini juga dilengkapi pembangunan hunian, sekolah, layanan kesehatan, sistem pengelolaan sampah berbasis Zero Waste, serta upaya pelestarian hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam penyerapan karbon.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi contoh bagi pengembangan kawasan ekonomi khusus di berbagai daerah karena mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, aspek sosial, dan kelestarian lingkungan.
Keberadaan kawasan mangrove juga dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi dan pembangunan rendah karbon yang menjadi bagian dari agenda nasional.
Komisi XII DPR RI menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga agar pengembangan KEK Kura Kura Bali berjalan seiring dengan penyediaan energi, infrastruktur dan investasi.
“Hadir PLN listriknya bagaimana serta Dirjen Migas kita menuju transisi kelistrikan sebelumnya gas. Dari sisi lingkungan hidup juga hadir Kementerian Lingkungan Hidup dan juga Kementerian ESDM tidak hanya kelistrikan dan migas, tapi juga ada Dirjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan) dan juga BKPM juga menjadi mitra Komisi XII DPR RI,” pungkasnya. (ace).




