Kalak BPBD Pacitan: Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Terkait Potensi Bencana Alam Yang Disebabkan Kondisi Cuaca Yang Berlangsung Ekstrim
"Dari rilis yang disampaikan BMKG, kondisi saat ini masih relatif aman dari potensi cuaca buruk. Mengingat di Pacitan, angin timuran masih dominan. Sehingga berpengaruh pada curah hujan yang belum terlalu besar"

Pacitan,JBM.co.id- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, meminta masyarakat untuk tetap waspada terkait potensi bencana alam yang disebabkan kondisi cuaca yang berlangsung ekstrim.
Meski menurut Erwin, dari rilis yang disampaikan BMKG, kondisi saat ini masih relatif aman dari potensi cuaca buruk. Mengingat di Pacitan, angin timuran masih dominan. Sehingga berpengaruh pada curah hujan yang belum terlalu besar.
“Puncak musim penghujan diperkirakan akan berlangsung pada Januari-Februari. Semoga informasi ini bermanfaat,” kata pejabat alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini, Jum’at (5/12/2025).
Sekalipun dari ramalan cuaca, Kabupaten Pacitan masih terbilang aman, namun mantan camat di beberapa wilayah ini mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari daerah rawan bencana longsor dan banjir.
Kemudian juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode peringatan dini terutama pada siang atau malam hari, serta mempersiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi terjadi bencana.
“Sistem drainase serta kondisi saluran dan resapan air diharapkan dapat menampung curah hujan dengan intensitas tinggi di musim hujan nanti,” jelasnya.
Tak lupa, Erwin juga menegaskan bahwa, musim hujan merupakan kesempatan yang tepat untuk menanam pohon sebagai langkah investasi lingkungan untuk masa depan.
Langkah ini akan bisa membantu mengurangi banjir, menguatkan tanah, dan menambah resapan air. “Masyarakat dan seluruh pihak terkait, kami harap terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, sms blasting BMKG-KOMDIGI, sosial media dan berbagai kanal informasi INFO BMKG, serta Call Center 196,”pesannya.(Red/yun).



