IMI Pacitan Imbau Warga Hindari Balap Liar Selama Ramadhan Demi Keselamatan Bersama
"Biasanya setelah terdengar azan Magrib, ada pengendara yang justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Ini sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya"

Pacitan,JBM.co.id-Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengkab Pacitan, Andi Rahmanto, mengimbau seluruh anggota komunitas otomotif maupun masyarakat umum agar menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan. Ia menekankan pentingnya menahan diri dari aktivitas yang berpotensi membahayakan, seperti balap liar, khususnya saat ngabuburit maupun menjelang sahur.
Menurut Andi, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kekhusyukan ibadah, bukan justru diwarnai dengan tindakan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain. Ia mengingatkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah daerah kerap mencatat kasus kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh aksi kebut-kebutan di jalan raya menjelang waktu berbuka puasa.
“Biasanya setelah terdengar azan Magrib, ada pengendara yang justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Ini sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Andi, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan bahwa balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan fatal. Selain itu, tindakan tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Sebagai bentuk edukasi, Andi mengajak para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi balap melalui jalur yang aman dan resmi. IMI, kata dia, telah menyediakan wadah dan event balap yang sesuai aturan serta mengutamakan keselamatan.
“Kalau ingin balapan, IMI sudah menyediakan fasilitas dan ajang resmi. Bulan puasa ini mari kita jaga kekhusyukan, jangan dijadikan kesempatan untuk balapan di jalan umum,” pesannya.
Dengan adanya imbauan ini, IMI Pacitan berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat dalam berlalu lintas. Menjaga keselamatan di jalan raya bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga wujud tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai Ramadhan.(Red/yun).




