BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanSosial

Harga Cabai Kian Meroket. Pacitan Terdorong Inflasi 4,73 Persen di Pekan Terakhir Februari 2026

"Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah sangat signifikan pada minggu keempat"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan mencatat lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 4,73 persen pada Minggu ke-4 Februari 2026. Kenaikan ini menempatkan Pacitan di peringkat ke-13 nasional, peringkat ke-8 di Provinsi Jawa Timur, serta peringkat ke-10 se-Pulau Jawa dalam daftar daerah dengan IPH tertinggi pekan tersebut.

Berdasarkan data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas hortikultura kembali menjadi pendorong utama inflasi. Cabai rawit memberikan andil terbesar dengan kontribusi 3,3604 persen, disusul cabai merah (0,3885 persen) dan bawang merah (0,3642 persen). Kenaikan harga komoditas tersebut terjadi secara kumulatif sepanjang Februari dan memuncak pada pekan terakhir.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setia Budi, menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi mingguan.

“Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah sangat signifikan pada minggu keempat. Ini dipengaruhi faktor distribusi dan pasokan, terutama karena kondisi cuaca di beberapa sentra produksi,” ujar Ayub, Kamis (5/3/2026).

Secara month to month (m-to-m), IPH Februari tercatat 4,73 persen, berbanding terbalik dengan Januari yang mengalami deflasi sebesar -5,21 persen. Sementara itu, secara tahunan (year on year/y-on-y) Februari 2026 tercatat 1,85 persen, dan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar -0,48 persen.

Ayub menilai, tren ini menunjukkan adanya koreksi harga setelah penurunan tajam pada Januari.

“Januari kita mengalami deflasi cukup dalam. Februari terjadi rebound, terutama dari komoditas pangan segar. Namun secara year to date kita masih terkendali,” jelasnya.

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan menunjukkan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan pada Februari antara lain:

1.Cabai merah

2.Cabai rawit

3.Bawang merah

4.Daging ayam ras

5.Telur ayam ras

6.Gula pasir

7.Jeruk

Sementara komoditas yang relatif stabil yakni daging sapi dan pisang. Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga dibanding rata-rata Januari meliputi beras, minyak goreng, Minyakita, dan bawang putih.

Posisi Pacitan di Jawa Timur dan Nasional
Di tingkat Jawa Timur, Pacitan berada di bawah beberapa daerah dengan lonjakan lebih tinggi seperti Kabupaten Trenggalek (7,50 persen), Kabupaten Blitar (7,36 persen), dan Kabupaten Nganjuk (5,69 persen).

Sementara secara nasional, IPH tertinggi pekan keempat Februari tercatat di Kabupaten Lombok Timur sebesar 10,54 persen. Di sisi lain, IPH terendah nasional terjadi di Kabupaten Tambrauw dengan deflasi -7,79 persen.

Ayub menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami terus memperkuat koordinasi TPID, memantau distribusi, serta mengantisipasi gejolak harga menjelang momentum Idulfitri. Harapannya tekanan inflasi bisa dikendalikan,” tegasnya.

Dengan tren kenaikan harga komoditas pangan segar yang masih fluktuatif, Pemkab Pacitan mengintensifkan pemantauan pasokan dan distribusi, termasuk mendorong kelancaran arus barang dari daerah pemasok.

Kenaikan IPH Februari menjadi indikator penting bahwa tekanan inflasi di sektor pangan masih perlu diwaspadai, terutama menjelang periode peningkatan permintaan masyarakat.

Meski demikian, secara kumulatif tahunan kondisi inflasi Pacitan masih dalam batas terkendali, dengan fokus pengendalian tetap pada komoditas hortikultura yang selama ini menjadi penyumbang volatilitas terbesar. (Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button