
Jbm.co.id-DENPASAR | DPD Partai Golkar Provinsi Bali mulai mempersiapkan strategi politik berbasis teknologi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Partai berlambang pohon beringin tersebut merancang database politik terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Sistem tersebut diproyeksikan menjadi instrumen untuk memperkuat mesin partai sekaligus membantu kader membaca dinamika politik di setiap wilayah secara lebih presisi.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggi alias Demer, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Bali di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, Denpasar, Minggu (6/9/2026).
Demer yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI mengatakan, sistem database politik tersebut akan dikembangkan dengan mengintegrasikan teknologi AI.
“Nanti ke depan ini, saya sudah merancang juga, kita akan membuat semacam database di DPR RI. Kemudian saya akan mencoba menggabungkan dengan AI,” kata Demer.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut nantinya dapat membantu Golkar memperoleh gambaran lebih akurat mengenai kondisi politik di lapangan.
AI juga diharapkan mampu membantu memetakan wilayah yang menjadi basis suara kuat Golkar, daerah dengan jumlah swing voters tinggi, hingga isu-isu lokal yang berkembang di masyarakat.
“Sehingga nanti teman-teman bisa mendapatkan gambaran yang pasti tentang di mana sebenarnya Golkar yang solid, di mana sebenarnya banyak swing voters, kemudian apa saja isu-isu kedaerahan yang tentu ini menjadi bagian daripada strategi kampanye kita ke depan,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Tak Bisa Lagi Pukul Rata
Demer menekankan, strategi politik di Bali tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Setiap kabupaten/kota memiliki karakteristik masyarakat, kondisi sosial, serta persoalan yang berbeda.
Karena itu, pemetaan berbasis data dinilai penting agar kader Golkar dapat memahami persoalan masing-masing wilayah secara lebih objektif.
Pendekatan tersebut juga diharapkan membuat program dan solusi yang ditawarkan kader legislatif lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Belum tentu yang dari satu daerah, di Singaraja misalnya, di Buleleng misalnya, daerah timur mungkin tidak sesuai isunya dengan di daerah barat,” kata Demer.
Menurutnya, perbedaan karakter persoalan antardaerah tersebut harus menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi politik maupun pelayanan kepada masyarakat.
Bimtek yang mengusung tema “Transformasi Pelayanan Menuju Kebermanfaatan yang Berkelanjutan” itu sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal Partai Golkar Bali.
Melalui kegiatan tersebut, kapasitas dan kompetensi kader yang duduk di lembaga legislatif didorong terus meningkat, sehingga dapat memberikan pelayanan dan manfaat yang lebih nyata kepada masyarakat.
Sejumlah pimpinan legislatif dari Fraksi Golkar turut hadir, diantaranya Wakil Ketua DPRD Bali IGK Kresna Budi dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), bersama jajaran anggota dewan dari Partai Golkar se-Bali.
Reporter: Ace Wiguna
Redaktur/Editor: Putu Wiguna



