Gede Ghumi Asvatham Nilai Lockdown LSD di Jembrana Sudah Tepat, Stok Daging Sapi Dipastikan Aman

Jbm.co.id-DENPASAR | Kebijakan Pemerintah melakukan pembatasan sementara distribusi sapi dari Kabupaten Jembrana dinilai sebagai langkah tepat untuk menekan penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, Gede Ghumi Asvatham menegaskan bahwa pengendalian sejak dini penting dilakukan agar wabah tidak meluas ke wilayah lain di Bali.
Menurutnya, fokus penanganan harus dipusatkan terlebih dahulu di Jembrana sebagai daerah terdampak. Upaya penyelesaian yang cepat dan terfokus diyakini mampu meminimalisir risiko penularan ke kabupaten lain.
“Mari kita selesaikan dulu di internal, di Jembrana dulu. Setelah nanti selesai, pemerintah memberikan solusi terbaik, baru kita mulai lagi pengiriman sapi,” kata Ghumi Asvatham, saat diwawancarai awak media, usai Rapat Paripurna DPRD Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin, 19 Januari 2026.
Ghumi Asvatham mengakui kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi peternak sapi di Jembrana.
Meski demikian, Ghumi Asvatham mengapresiasi sikap kooperatif para peternak yang memilih mematuhi arahan pemerintah demi kepentingan yang lebih luas.
Politisi muda Partai Demokrat itu menilai para peternak memiliki pandangan yang sama dengan pemerintah, yakni mencegah agar kasus LSD tidak menyebar ke daerah lain. “Kita berharap supaya selesai di sana saja, tidak ke mana-mana,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jembrana, Ghumi Asvatham menyebut hingga kini belum ada data rinci terkait total kerugian ekonomi yang dialami peternak akibat wabah tersebut.
Untuk itu, Ghumi Asvatham berharap pemerintah dan peternak dapat segera duduk bersama untuk merumuskan solusi terbaik, khususnya bagi peternak rakyat yang terdampak secara langsung.
Tak hanya itu, Ghumi Asvatham juga menegaskan bahwa kebijakan lockdown tetap harus dijalankan sebagai langkah pengamanan.
“Peternak kita harapkan bersabar. Ikuti dulu aturan pemerintah. Kita pastikan ini selesai. Setelah selesai, nanti bisa beroperasi kembali seperti biasa,” harapnya.
Terkait ketersediaan daging sapi, Ghumi Asvatham memastikan kondisi Bali masih aman. DPRD Bali, kata dia, belum menerima laporan adanya kelangkaan daging di pasaran, termasuk menjelang hari raya keagamaan.
“Sampai sekarang stok masih aman, belum ada dampak signifikan. Di pasaran juga masih stabil. Harapan kita, setelah ini selesai, tidak ada lagi yang terjangkit. Jadi mungkin tidak harus sampai enam bulan, bisa lebih cepat,” tandas putra mantan Bupati Jembrana I Nengah Tamba tersebut. (red).




