
Jbm.co.id-DENPASAR | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana berkolaborasi dengan Yayasan Jati Nusa Lestari (JaNusa) menghadirkan gerakan pelestarian lingkungan melalui program adopsi pohon bertajuk “Pohonku Sahabatku” di kawasan Pura Kehen dan LKSA Panti Asuhan Dharma Widya, Bangli, 11 Juni 2026.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian Badan Kekeluargaan FISIP XVII (BK FISIP XVII) dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-17 FISIP Universitas Udayana yang mengusung tema “OBOR NALAR: Pijar Ilmu dan Pengabdian, Transformasi Vidya dan Dharma Melalui Harmoni Tri Hita Karana”.
Melalui kegiatan ini, FISIP UNUD bersama JaNusa berupaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan pentingnya kesadaran ekologis kepada generasi muda.
Nilai-nilai Tri Hita Karana menjadi landasan dalam pelaksanaan program tersebut, dengan menghubungkan keharmonisan manusia, alam, dan lingkungan sosial. Pesan gerakan hijau ini kemudian diperkenalkan lebih luas dalam acara puncak “FISIPHORIA Festival 2026” di Denpasar pada 29 Juni 2026.
Perwakilan Tim Yayasan Jati Nusa Lestari (JaNusa), Ignatia Kirei, menyampaikan apresiasi terhadap langkah FISIP UNUD dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan.
“Selamat ulang tahun ke-17 untuk FISIP UNUD. Melalui program adopsi pohon ‘Pohonku Sahabatku’ ini, kami berharap FISIP UNUD dapat terus menjadi garda terdepan dalam mempelopori pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan di Bali. Semoga ke depan sinergi hijau ini terus tumbuh subur dan memperkuat komitmen ekologis civitas akademika,” kata Ignatia Kirei, Perwakilan Tim Yayasan Jati Nusa Lestari (JaNusa).
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi masyarakat sipil ini menjadi bentuk nyata upaya menjawab tantangan lingkungan melalui aksi langsung. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menghadirkan gerakan serupa.
Dosen Program Studi Sarjana Ilmu Politik Universitas Udayana, Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, S.IP., M.Sos., menegaskan pentingnya dukungan mitra dalam memperluas dampak pengabdian masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh JaNusa dalam menyukseskan BK FISIP XVII ini. Kehadiran JaNusa sebagai mitra sangat selaras dengan visi ‘Obor Nalar’ kami, di mana ilmu pengetahuan dan kewajiban pengabdian moral harus berjalan beriringan. Kami berharap ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan demi dampak sosial yang lebih luas,” tegas Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, S.IP., M.Sos., Dosen Program Studi Sarjana Ilmu Politik Universitas Udayana.
Melalui program “Pohonku Sahabatku”, BK FISIP XVII 2026 tidak hanya memperkuat hubungan kemitraan dengan organisasi masyarakat sipil, tetapi juga menghadirkan pengalaman pengabdian yang melibatkan civitas akademika, alumni, serta masyarakat secara partisipatif.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di Bali. (ace).




