Dorong Generasi Muda Tekuni Kopi, Ketua DPRD Pacitan Soroti Potensi Ekonomi Pertanian Lokal
"Kalau dikelola dengan serius, mulai dari hulu hingga hilir, kopi bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Apalagi Pacitan memiliki potensi alam yang sangat mendukung"

Pacitan,JBM.co.id-Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi (ASB), terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian, khususnya pengembangan komoditas kopi yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus peluang pasar yang menjanjikan.
ASB menegaskan bahwa kopi tidak lagi bisa dipandang sebatas minuman tradisional atau hasil perkebunan konvensional. Lebih dari itu, kopi merupakan komoditas strategis yang mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki karakter geografis cocok untuk tanaman kopi.
“Kalau dikelola dengan serius, mulai dari hulu hingga hilir, kopi bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Apalagi Pacitan memiliki potensi alam yang sangat mendukung,” ujar ASB, Sabtu (24/1/2026).
Ia mencontohkan keberhasilan kopi lokal bermerek Jangkar Mas, yang berasal dari perkebunan rakyat di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan. Kopi jenis robusta tersebut kini telah menembus pasar luar pulau, membuktikan bahwa produk lokal Pacitan mampu bersaing di pasar yang lebih luas apabila dikembangkan dengan standar kualitas yang baik.
Selain robusta, Pacitan juga dikenal memiliki potensi kopi liberika yang tumbuh di wilayah Kecamatan Nawangan. Jenis kopi ini memiliki karakter rasa khas dan nilai jual tersendiri, yang jika dipadukan dengan pengolahan modern dan strategi pemasaran yang tepat, berpeluang menjadi produk unggulan daerah.
Menurut ASB, tantangan utama saat ini adalah regenerasi petani. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian. Anak muda diharapkan tidak hanya berperan sebagai petani, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola kopi dari proses budidaya, pascapanen, pengemasan, hingga pemasaran digital.
“Pertanian hari ini harus dikemas secara modern. Anak muda punya kreativitas, penguasaan teknologi, dan jejaring yang luas. Ini harus dimanfaatkan untuk mengangkat nilai tambah produk pertanian, termasuk kopi,” jelasnya.
DPRD Pacitan, lanjut ASB, berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program yang berpihak pada pengembangan pertanian lokal, termasuk melalui pelatihan, pendampingan petani, serta penguatan akses pasar. Harapannya, kopi Pacitan tidak hanya dikenal sebagai komoditas, tetapi juga sebagai identitas dan kebanggaan daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan generasi muda, saya optimistis sektor kopi mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Pacitan,” tandasnya.(Red/yun).




