Di Tengah Badai Krisis, Usaha Jasa di Pacitan Tetap Bertahan dengan Harapan
"Keberlangsungan usaha ini menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kebersihan tetap tinggi, meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil"

Pacitan,JBM.co.id- Di tengah tekanan krisis global yang berkepanjangan, sektor jasa di Pacitan menunjukkan daya tahan yang patut diapresiasi. Meski diterpa berbagai tantangan ekonomi, sejumlah pelaku usaha jasa masih mampu bertahan, bahkan tetap menjalankan aktivitas usahanya meski dalam kondisi yang serba terbatas.
Salah satu gambaran tersebut disampaikan oleh Riko, pekerja pada usaha jasa cuci sepatu, karpet, sofa, hingga springbed di wilayah Pacitan. Ia mengungkapkan bahwa usahanya masih terus menerima pesanan hampir setiap hari.
“Alhamdulillah, setiap hari selalu ada saja yang pesan. Mulai dari cuci sepatu, karpet, sofa sampai springbed. Yang penting tidak pernah sepi, selalu ada pelanggan yang memanfaatkan jasa kami,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Riko, keberlangsungan usaha ini menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kebersihan tetap tinggi, meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.
Terkait tarif, ia menjelaskan bahwa harga jasa ditentukan berdasarkan jenis barang dan ukurannya. Untuk pencucian springbed ukuran 185 x 200 cm, dikenakan tarif sebesar Rp185 ribu, sementara ukuran 160 x 200 cm dipatok Rp165 ribu.
“Kalau sofa, per dudukan biasanya antara Rp40 ribu sampai Rp45 ribu,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jasa cuci karpet, tarif dibedakan berdasarkan jenisnya. Karpet tipis dikenakan biaya Rp7 ribu per meter, sedangkan karpet jenis lebih tebal atau madani dipatok Rp15 ribu per meter.
Dengan tarif yang relatif terjangkau, Riko berharap usahanya dapat terus berjalan dan tetap menjadi pilihan masyarakat.
“Yang penting usaha ini tetap jalan. Murah meriah, tapi bisa membantu banyak orang,” pungkasnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kisah para pelaku usaha jasa seperti ini menjadi cerminan ketangguhan sektor informal dalam menjaga roda perekonomian tetap berputar.(Red/yun).




