Dari Pacitan untuk Indonesia, Gagarin Teguhkan Pancasila sebagai Pilar Persatuan
"Dari Sabang sampai Merauke, dari kota hingga pelosok desa, keberagaman Indonesia adalah kenyataan yang tidak terbantahkan"

Pacitan,JBM.co.id-Semangat kebangsaan kembali digaungkan Wakil Bupati Pacitan sekaligus kader Partai Demokrat Pacitan, Gagarin, dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Di tengah dinamika bangsa yang terus bergerak, Gagarin menyampaikan ucapan selamat Hari Kesaktian Pancasila sekaligus mengingatkan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan Indonesia.
Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Tema tersebut membawa pesan kuat: bahwa Indonesia yang besar hanya dapat berdiri kokoh ketika seluruh anak bangsa menjadikan persatuan sebagai kekuatan bersama.
Pancasila bukan sekadar rangkaian lima sila yang dihafalkan dalam ruang-ruang pendidikan atau dibacakan dalam upacara kenegaraan. Pancasila adalah denyut kehidupan kebangsaan—nilai yang menyatukan keberagaman dan menjadi titik temu bagi jutaan rakyat Indonesia dengan latar belakang yang berbeda.
Dari Sabang sampai Merauke, dari kota hingga pelosok desa, keberagaman Indonesia adalah kenyataan yang tidak terbantahkan. Namun di atas segala perbedaan itu, ada satu rumah besar yang bernama Indonesia.
Dan Pancasila adalah salah satu fondasi yang menjaga rumah besar tersebut tetap berdiri.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila karena itu tidak semestinya berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat gotong royong, menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Pesan kebangsaan itu menjadi semakin relevan ketika Indonesia terus menghadapi berbagai tantangan zaman. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, serta perubahan sosial menuntut masyarakat untuk tetap memiliki pegangan nilai dan karakter kebangsaan.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026. Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ujar Gagarin, Rabu (30/9).
Semangat itu menjadi pengingat bahwa patriotisme tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan heroik. Ia dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: menjaga persaudaraan, menghormati sesama, bergotong royong, menaati hukum, serta bekerja untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Sebab, Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan.
Indonesia dibangun oleh seluruh anak bangsa.
Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali meneguhkan tekad tersebut. Merawat Pancasila berarti merawat persatuan. Menjaga persatuan berarti menjaga Indonesia.
“Smangat itu terus dikobarkan, berbeda bukan alasan untuk terpecah, karena di bawah naungan Pancasila, seluruh anak bangsa berdiri dalam satu Indonesia,” pungkasnya.(Red/yun).




