
Pacitan, JBM.co.id-Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh berbagai sektor usaha, tak terkecuali jasa laundry di Pacitan. Lonjakan harga yang disebut-sebut mencapai hampir 200 persen itu memaksa pelaku usaha untuk memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya operasional.
Riko, salah seorang pekerja laundry yang melayani pencucian sepatu hingga springbed, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik kemasan membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian tarif, khususnya untuk layanan tertentu. Ia menyebut, untuk pencucian barang berukuran besar seperti karpet dan springbed, pelanggan kini dikenakan tambahan biaya kemasan.
Untuk springbed, biaya tambahan plastik kemasan mencapai Rp35 ribu. Namun demikian, Riko menegaskan bahwa penggunaan plastik bersifat opsional. Pelanggan tetap memiliki pilihan untuk tidak menggunakan kemasan plastik dan hanya membayar jasa cuci serta biaya transportasi.
“Kalau pelanggan tidak ingin dikemas plastik, tidak masalah. Kami tetap melayani tanpa tambahan biaya kemasan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Sementara itu, untuk layanan pencucian sepatu, pihaknya masih belum membebankan biaya tambahan kemasan karena stok plastik yang tersedia masih mencukupi. Meski begitu, Riko mengakui bahwa kebijakan tersebut kemungkinan akan berubah jika stok habis dan harus membeli plastik dengan harga terbaru.
“Untuk sepatu masih gratis kemasan, tapi nanti kalau stok habis dan harus beli lagi dengan harga sekarang, kemungkinan ada tambahan biaya sekitar Rp1.000. Itu pun tidak wajib, tergantung permintaan pelanggan,” jelasnya.
Kenaikan harga plastik ini tak lepas dari dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama bahan baku plastik. Kondisi tersebut turut memengaruhi rantai pasok global dan berimbas pada pelaku usaha kecil di daerah.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha laundry di Pacitan. Di satu sisi, mereka harus menjaga kualitas layanan, namun di sisi lain juga dituntut untuk menyesuaikan harga agar tetap mampu menutup biaya operasional yang terus meningkat.(Red/yun).




