BeritaDaerahKeagamaanLingkungan HidupPemerintahanPendidikanSosial

Command Center Pacitan: Dari Pengawasan Ronthek Gugah Sahur Menuju Sistem Pemantauan Kota yang Lebih Smarth

"Saat ini baru sebagian yang difungsikan. Kamera-kamera tersebut diprioritaskan pada titik strategis yang dinilai memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi"

Pacitan,JBM.co.id- Keberadaan Command Center yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pengawasan kegiatan Ronthek Gugah Sahur selama Ramadan. Fasilitas teknologi tersebut juga diproyeksikan menjadi sistem pemantauan terpadu untuk memantau lalu lintas serta aktivitas masyarakat di sejumlah titik strategis di wilayah Pacitan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan, Dodik Soemarsono, menjelaskan bahwa saat ini Command Center telah dilengkapi sekitar 30 kamera pengintai yang dipasang di beberapa lokasi penting. Pada tahap awal, perangkat tersebut difokuskan untuk mendukung pengawasan jalannya tradisi Ronthek Gugah Sahur agar berlangsung tertib dan aman.

“Untuk tahap uji coba ini, Command Center memang lebih terfokus untuk kegiatan Ronthek Gugah Sahur. Namun ke depan, alat tersebut sangat bermanfaat untuk keperluan lainnya, seperti memantau traffic lalu lintas,” ujar Dodik, Sabtu (14/3/2026).

Meski jumlah kamera yang terpasang mencapai puluhan unit, Dodik mengungkapkan bahwa saat ini baru sebagian yang difungsikan. Kamera-kamera tersebut diprioritaskan pada titik strategis yang dinilai memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

“Ke depan semua akan berfungsi, bahkan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan ditambah,” jelasnya.

Namun demikian, Diskominfo Pacitan juga menghadapi tantangan teknis, terutama terkait pasokan listrik untuk mendukung operasional kamera pengawas tersebut. Sebagian besar perangkat terpasang pada tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga sangat bergantung pada sumber energi yang tersedia.

Menurut Dodik, kamera yang terhubung dengan jaringan listrik PLN relatif stabil dan dapat beroperasi sepanjang waktu. Sebaliknya, kamera yang memanfaatkan panel surya terkadang mengalami kendala ketika daya listrik menurun.

“Kalau PJU yang menggunakan jaringan listrik PLN, mungkin bisa menyala terus. Tapi kalau yang memanfaatkan tenaga surya, kadang mati ketika daya listriknya rendah atau lowbat. Ke depan akan kami upayakan agar semua kamera pengintai tetap bisa beroperasi,” tegasnya.

Pengembangan Command Center ini diharapkan menjadi bagian dari langkah menuju pengelolaan kota yang lebih modern dan responsif. Dengan sistem pemantauan yang terintegrasi, pemerintah daerah tidak hanya dapat menjaga keamanan kegiatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan pengawasan lalu lintas serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button