BeritaDaerahPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Busana Khas Pacitan Warnai Hari Jadi ke-281, ASN Didorong Kenali Sejarah dan Identitas Daerah

"Ini sebagai wujud apresiasi atas perjuangan leluhur kita hingga terwujudlah Kabupaten Pacitan dan sekarang sudah berusia dua abad lebih"

Pacitan,JBM.co.id-Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 tahun 2026 tak sekadar menjadi agenda seremonial. Melalui kebijakan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan baju khas Pacitan, pemerintah daerah menghadirkan pendekatan edukatif sekaligus budaya dalam merayakan usia lebih dari dua abad kabupaten berjuluk Kota 1.001 Goa tersebut.

Busana khas yang dikenakan ASN bukan hanya simbol visual, tetapi sarat makna sejarah dan identitas lokal. Pakaian tradisional Pacitan merepresentasikan nilai kesederhanaan, keteguhan, serta kearifan masyarakat pesisir selatan Jawa yang tumbuh dari perjuangan dan kebersamaan.

Nuansa budaya semakin terasa saat Sekretaris Daerah Pacitan, Maulan Heru Wiwoho Supadi Putro, tampil mengenakan blankon sebagai pelengkap busana. Penampilannya menghadirkan gambaran kepemimpinan Jawa tempo dulu, layaknya suasana era kerajaan, yang menekankan filosofi tata krama, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap leluhur.

Menurut Sekda Maulan Heru, penggunaan busana adat ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi berdirinya Kabupaten Pacitan.

“Ini sebagai wujud apresiasi atas perjuangan leluhur kita hingga terwujudlah Kabupaten Pacitan dan sekarang sudah berusia dua abad lebih,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, kebijakan tersebut juga memiliki nilai edukatif bagi ASN dan masyarakat luas. ASN diharapkan tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga dan mengenalkan identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Peringatan Hari Jadi Pacitan ke-281 tahun ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang daerah, sekaligus pengingat bahwa pembangunan tidak dapat dilepaskan dari akar budaya dan nilai-nilai lokal. Melalui simbol busana adat, Pacitan menegaskan komitmennya untuk terus melangkah maju tanpa melupakan jati diri dan sejarahnya.(Red/yun). 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button