Anggota DPRD Bangli Artom Krisna Putra Gercep Action Langsung Tangani Banjir Lumpur di Desa Songan

Jbm.co.id-BANGLI | Ada yang tampak unik dari seorang anggota DPRD Bangli. Kalau lazimnya mereka menjalankan fungsinya sebagai penyerap aspirasi dan penyalur aspirasi kepada pemerintah.
Namun, mengenai Wayan Artom Krisna Putra, anggota DPRD Bangli asal Desa Songan, Kintamani ada plusnya. Dia langsung action (kerja) berbaur bersama konstituennya. Terlebih pada saat dihadapkan pada situasi darurat, seperti banjir lumpur di desanya, yaitu Desa Songan.

Desa Songan seperti menjadi langganan banjir, tepatnya banjir lumpur. Karena posisinya di bawah, mendapatkan banjir kiriman dari daerah atas seperti dari Desa Sukawana dan lainnya.
Begitu banjir, Artom Krisna hadir di lokasi langsung “usir lumpur” sambil menghubungi instansi terkait seperti Dinas PUPR setempat untuk penanggulangannya.
Artom senantiasa ada dan belepotan lumpur di lokasi. Karena dia tidak hanya ingin mengomentari banjir atau banjir lumpur, tetapi langsung kerja dengan fisik membersihkan lumpur serta dalam bentuk penanggulangan lainnya. Karena hal itu diyakini lebih cepat dan efektif dari jebakan lumpur, bukan harus mengomentari lumpur atau banjir.
Pada saat banjir, Sabtu, 21 Pebruari 2026, tak terkecuali Artom langsung action dengan kerja fisik. Namun menurutnya kini banjir di dua titik, yaitu Banjar Desa dan Banjar Hulundanu tak separah tempo sebelumnya, karena sudah sering dilakukan pengerukan saluran, seperti saluran bawah jembatan untuk membuang air ke Danau Batur.
Diapun tak ingin banjir menjadi momok yang rutin yang dapat mengganggu kelancaran arus transportasi, dan menghambat produktivitas warga.
Karenanya dia memikirkan penanganan untuk jangka panjang. Kata Artom Krisna untuk penanganan jangka panjang pemerintah Desa telah mengusulkan model penanggulangannya bersama BP DAS dan Bali Wilayah Sungai (BWS).
Tidak dijelaskan apa bentuk kegiatan yang dirancang, tetapi intinya membuat jalan air atau air hujan, karena selama ini ruas jalan belum ada drainasenya.
“Untuk hal itu, perlunya kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah untuk pembebasan telajakan untuk membuat jalan air, astungkara untuk ke depan kalau itu terwujud banjir dapat terhindari,” kata Artom Krisna Putra.
Mengenai genangan air di Glabakan menurutnya sudah tahap perencanaan pembuatan sodetan atau pembuangan air dari Pemkab Bangli.
“Sudah dilakukan survey lokasi dari Dinas PUPR, rencana dibuatkan sodetan sepanjang 252 meter dan dari Celok sampai ke Danau Batur dibuatkan sodetan sepanjang 1.300 meter,” kata Artom Krisna Putra. (S kt rcn).




