Kinara Bersinar di Panggung Megah Asia All Star Festival 2026 Zhengzhou, China Raih Gold Award dan 2nd Runner Up Asia All Star 2026

Jbm.co.id-ZHENGZHOU, CHINA | Bayangan berlaga di panggung besar nan megah di luar negeri merupakan pemantik awal, ketika berhasil masuk menjadi salah satu kandidat yang lolos menuju Grand Final saat ajang Rising Star Asia All Star yang diselenggarakan pada bulan November 2025 di Denpasar, Bali.
Berbekal tiket itulah semangat dibangun dan melakukan persiapan untuk pemilihan lagu yang layak untuk dibawakan.
Grand Final Asia All Star Festival 2026 diselenggarakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Zhengzhou, Henan, China di Sais University Opera House.
Finalis secara keseluruhan jumlahnya 71 partisipan ada yang bergroup dan ada yang solo. Keseluruhan merupakan peserta dari 6 negara Asia yaitu, Indonesia, China, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.
Tampil sebagai partisipan penyanyi solo di katagori remaja dengan nomer kandidat T1-M9, Sang Ayu Putu Kinaradewi Dharmaheswari yang akrab dipanggil Kinara membawakan lagu Flashlight dari Jessie J dengan aransemen baru.
Akhirnya berhasil menyabet dan membawa pulang Piala Gold Award, sekaligus membawa Piala 2nd Runner Up di katagori music dan berhasil masuk sebagai Team Elite Asia All Star.
Kemudian, Kinara akan berlaga sebagai calon partisipan di ajang Grandprix yang akan diselenggarakan pada tahun 2028 untuk bertarung dengan para team elite lainnya dari pemenang grand final periode lainnya yang akan tersaring selama periode 2027-2028.
Dengan pencapaian ini maka secara otomatis Kinara berhasil mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan juga sekolahnya SMP N 10 Denpasar.
Bahkan, HOCA yang merupakan komunitas seni dimana Kinara sering ikut beraktifitas, di kancah international.
Hebatnya lagi, bahwa Kinara merupakan satu-satunya partisipan yang berasal dari Bali. Keberhasilan yang sangat membanggakan bagi dirinya, keluarga, sekolah, para guru pembimbingnya baik pembimbing vocak maupun koreografi juga desainar kostum panggungnya dan juga arranger yang membantupun sekaligus membanggakan komunitas seni HOCA, dimana Kinara bernaung dan pastinya kota Denpasar di mana dia berdomisili saat ini.
Kemenangan ini dicapai tidak mudah, Kinara memersiapkan diri hampir setahun. Dari pemilihan lagu, membuat aransemen musik, latihan dan tentu juga harus berani menggambil resiko harus ijin dispensasi saat harus ikut lomba ke luar daerah maupun di daerah.
Beruntung, sekolahnya sangat mensuport kegiatannya. Kedua orang tuanya sangat mensupport Kinara dalam ranah seni, baik vocal, dance,akting, modeling, dan lainnya. Selama hal itu kegiatan positif maka akan selalu mendapat lampu hijau. Bukan hanya ijin diberikan, semua hal yang beruhubungan dengan kegiatannya senantiasa ditemani oleh orangtuanya.
Kinara memiliki mimpi yang tidak besar, dia hanya ingin bisa bernyanyi di seluruh dunia yang bisa dia datangi. Baginya, berlomba adalah tempat mengukur capaian dari latihannya,dan juara hanyalah bunus dari semua upaya yang telah dijalaninya.
Grandprix telah menunggu di tahun 2028, Kinara sudah mulai menanamkan semangat dan harapan dari sekarang.
Editor: Putu Wiguna




