
Pacitan,JBM.co.id-Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Pacitan menunjukkan tren kenaikan pada Oktober 2026. Hingga minggu kelima, Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat mengalami inflasi sebesar 1,79 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga cabai merah, daging sapi, dan cabai rawit.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah, kenaikan IPH bulanan atau month to month (mtm) Kabupaten Pacitan pada Oktober mencapai 1,79 persen. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 4,51 persen, sedangkan perkembangan harga sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) berada di angka 0,14 persen.
Dari tiga komoditas utama penyumbang inflasi, cabai merah menjadi faktor paling dominan dengan andil sebesar 0,9944 persen. Disusul daging sapi sebesar 0,3499 persen dan cabai rawit sebesar 0,1781 persen.
Kondisi tersebut menempatkan Pacitan pada urutan keempat kabupaten/kota dengan IPH tertinggi di Jawa Timur. Pada lingkup nasional, Pacitan berada di peringkat ke-95, sedangkan di Pulau Jawa menempati posisi ketujuh.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, menjelaskan bahwa perkembangan harga pangan menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terhadap komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi.
“Perkembangan harga sejumlah komoditas pangan pada Oktober memang menunjukkan kenaikan. Cabai merah menjadi penyumbang terbesar, kemudian disusul daging sapi dan cabai rawit. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami agar perkembangan harga tetap terpantau dan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap daya beli masyarakat,” ujar Ayub, Selasa (3/11).
Jika ditelusuri sepanjang Januari hingga Oktober 2026, pergerakan IPH Pacitan menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Pada Januari, mengalami deflasi sebesar 5,21 persen. Namun, pada Februari terjadi inflasi 4,73 persen, disusul Maret 1,28 persen. April kembali mengalami deflasi 2,87 persen, kemudian Mei inflasi 1,03 persen dan Juni deflasi 1,09 persen.
Tren deflasi berlanjut pada Juli sebesar 3,71 persen. Memasuki Agustus, harga kembali bergerak naik dengan inflasi 2,13 persen, berlanjut pada September sebesar 2,06 persen, hingga mencapai 1,79 persen pada Oktober.
Selain komoditas penyumbang inflasi, pemantauan harga rata-rata mingguan selama September-Oktober juga memperlihatkan adanya pergerakan harga yang beragam. Pada minggu kelima Oktober, kenaikan terjadi pada beras medium, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, bawang merah, dan gula pasir.
Sementara itu, harga minyak kita, daging ayam ras, pisang, dan jeruk relatif stabil. Adapun telur ayam ras, cabai rawit, serta bawang putih mengalami penurunan jika dibandingkan dengan rata-rata harga September 2026.
Ayub menambahkan, pemantauan perkembangan harga menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah perlu terus mencermati pergerakan komoditas strategis, khususnya bahan pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan IPH.
“Yang terpenting adalah memastikan perkembangan harga dan ketersediaan pasokan terus dipantau. Kami berharap koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sehingga gejolak harga komoditas pangan bisa diantisipasi sedini mungkin,” imbuhnya.
Sebagai gambaran regional, Kabupaten Pacitan bukan satu-satunya daerah di Jawa Timur yang mengalami kenaikan IPH. Kabupaten Blitar mencatat angka tertinggi sebesar 2,84 persen, disusul Kabupaten Lamongan 2,36 persen dan Kota Batu 1,98 persen. Pacitan berada di posisi keempat dengan 1,79 persen.
Di tingkat Pulau Jawa, IPH Pacitan menempati urutan ketujuh. Posisi tersebut berada di bawah Kabupaten Blitar, Lamongan, Purbalingga, Kota Batu, Pati, dan Jepara.
Kenaikan harga pada Oktober menjadi pengingat bahwa stabilitas pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan barang di pasar, tetapi juga kelancaran distribusi dan dinamika harga komoditas strategis. Karena itu, kewaspadaan terhadap pergerakan harga perlu terus dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.(Red/yun).




