Nyoman Suyasa Geram Proyek Jalan Gajah Mada Denpasar Bikin Macet: Jalan Bagus Dibongkar Lagi Picu Keluhan Warga

Jbm.co.id-DENPASAR | Proyek perbaikan Jalan Gajah Mada, Denpasar, menuai keluhan masyarakat hingga mendapat sorotan tajam Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST.
Nyoman Suyasa menilai pengerjaan infrastruktur jalan harus mendapat dukungan perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST., saat menjadi Narasumber dalam diskusi bulanan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali bertajuk #NgopiSantuy, Jumat (30/10/2026).
Dalam diskusi tersebut, sejumlah persoalan proyek Jalan Gajah Mada menjadi pembahasan, mulai dari kemacetan lalu lintas, lambatnya pemasangan paving, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perdagangan tersebut.
Penutupan sebagian badan jalan untuk pekerjaan pengecoran dan pemasangan paving menyebabkan ruang gerak kendaraan semakin terbatas.
Akibatnya, antrean kendaraan kerap terjadi, terutama dari arah Jalan Sutomo menuju Jalan Gajah Mada pada jam berangkat dan pulang kerja.
Masyarakat juga mengeluhkan proses pemasangan paving yang dinilai berjalan lambat. Ukuran paving yang dianggap relatif kecil turut menjadi perhatian serius.
Bahkan, terbatasnya akses jalan berdampak atas aktivitas perdagangan, karena pelanggan kesulitan menjangkau toko-toko di sepanjang kawasan Gajah Mada.
Persoalan elevasi atau ketinggian jalan di sekitar Patung Catur Muka juga menjadi salah satu hal yang menjadi pertanyaan masyarakat.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Nyoman Suyasa menegaskan bahwa setiap pekerjaan infrastruktur harus diawali dengan perencanaan yang jelas, termasuk memastikan status kewenangan ruas jalan yang akan diperbaiki.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah suatu ruas jalan merupakan kewenangan pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat. Kejelasan tersebut penting agar penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan berjalan sesuai kewenangan.
“Ini sebagai bentuk koreksi dan pembelajaran ke depan supaya PU bekerja maksimal mengawasi mana jalan yang sebenarnya rusak dan harus dianggarkan. Jangan sampai jalan yang sudah bagus justru dibongkar lagi,” tegas Nyoman Suyasa dalam diskusi.
Selain perencanaan, Nyoman Suyasa secara khusus menyoroti lemahnya koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum (PU), PDAM, serta instansi lain yang menangani jaringan utilitas.
Menurut Nyoman Suyasa, persoalan yang sering terjadi adalah jalan yang sudah selesai diperbaiki atau diaspal, justru kembali dibongkar, karena adanya pekerjaan pemasangan pipa air maupun jaringan kabel.
Kondisi tersebut semestinya dapat dihindari, apabila seluruh instansi terkait berkoordinasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Kenapa tidak direncanakan dengan matang? Sebelum ada pengaspalan, seharusnya dikoordinasikan dulu dengan PDAM dan pihak terkait lainnya. Saya juga kesal kalau jalan sudah bagus kemudian dibongkar lagi,” ujarnya.
Nyoman Suyasa menegaskan, kebutuhan pekerjaan infrastruktur, termasuk pemasangan pipa dan jaringan kabel, seharusnya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Dengan demikian, seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara berurutan dan terintegrasi tanpa harus membongkar kembali infrastruktur yang telah selesai dibangun.
Nyoman Suyasa berharap ke depan koordinasi antarinstansi dapat diperkuat dan rantai komunikasi disederhanakan.
Pekerjaan infrastruktur jalan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari perencanaan, penggalian, pemasangan jaringan utilitas, pengaspalan hingga penyelesaian akhir.
Dengan pola tersebut, pembangunan tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi juga memperhatikan kenyamanan masyarakat, kelancaran lalu lintas, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, mengatakan program #NgopiSantuy direncanakan berlangsung setiap bulan dengan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di Bali.
Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi insan pers untuk membahas berbagai isu aktual sekaligus menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat kepada para pemangku kebijakan.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai, namun serius di sebuah warung kopi sederhana di Denpasar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PD IWO Kota Denpasar beserta jajaran, Ketua PD IWO Kabupaten Badung beserta jajaran, serta pengurus dan anggota IWO Provinsi Bali.
Melalui forum #NgopiSantuy, IWO Bali berharap berbagai persoalan infrastruktur, termasuk proyek perbaikan Jalan Gajah Mada, mendapat perhatian serius pemerintah.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata tanpa mengorbankan kelancaran aktivitas dan kepentingan ekonomi masyarakat.
Pewarta: Ferry
Editor: Putu Wiguna




