BaliBeritaDaerahDenpasar

Tetap Sehat di Negara Sakit: Jeruxpres Bagikan Es Jeruk untuk Warga Ngantre BBM di Bali Selipkan Kritik Sosial

Jbm.co.id-DENPASAR |  Ditengah antrean bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan.

Hal tersebut membuat hadir rasa kepedulian sosial melalui aksi sederhana. Arya Nata Wijaya, owner Jeruxpres membagikan es jeruk peras kepada warga yang mengantre BBM di dua cabang Jeruxpres, yakni Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, dan Jalan Flamboyan, Klungkung.

Aksi sosial ini tidak hanya berangkat dari inisiatif Arya, tetapi juga melibatkan pelanggan dan donatur Jeruxpres. Sejumlah pelanggan secara khusus membeli produk Jeruxpres agar es jeruk tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang tengah mengantre BBM.

Ditengah teriknya cuaca dan panjangnya antrean, segelas es jeruk peras diharapkan mampu memberikan kesegaran sekaligus menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit.

Menurut Arya, kegiatan ini bukan sekadar berbagi produk, melainkan wujud kepedulian sebuah usaha terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Ketika melihat saudara-saudara kita harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre BBM, tentu ada rasa prihatin. Kami mungkin tidak bisa menyelesaikan persoalan yang sedang terjadi, tetapi setidaknya kami bisa melakukan sesuatu yang sederhana untuk membantu meringankan keadaan,” kata Arya.

Arya mengapresiasi keterlibatan para pelanggan dan donatur yang turut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian tidak harus diwujudkan melalui aksi besar, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.

“Es jeruk ini mungkin sederhana, tetapi ada niat baik dari orang-orang yang membelinya agar bisa dibagikan kepada masyarakat. Saya berterima kasih kepada semua yang sudah ikut berdonasi. Ini bukan hanya tentang Jeruxpres, melainkan tentang kita yang masih mau peduli terhadap sesama,” tambahnya.

Kritik Sosial Dibalik Segelas Es Jeruk

Dibalik aksi berbagi tersebut, terselip pesan kritik sosial mengenai kondisi masyarakat yang harus menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari akibat antrean BBM.

Ungkapan “Tetap Sehat di Negara yang Sakit” menjadi refleksi satir atas situasi yang tengah dirasakan masyarakat. Kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ungkapan kegelisahan sekaligus pengingat agar kepedulian sosial tetap tumbuh di tengah berbagai persoalan.

Arya menilai masyarakat tidak seharusnya dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian. Ketika persoalan membutuhkan perhatian dan penyelesaian, solidaritas antarsesama menjadi salah satu hal penting yang perlu dijaga.

Arya berharap aksi sederhana Jeruxpres dapat menginspirasi pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas untuk turut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

“Harapan saya sederhana. Semoga keadaan segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas dengan lebih tenang. Sambil menunggu persoalan ini menemukan jalan keluarnya, jangan sampai kita kehilangan rasa peduli terhadap sesama,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, Jeruxpres ingin menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas sosial di Bali.

Ditengah panjangnya antrean BBM, segelas es jeruk mungkin tidak menyelesaikan persoalan. Namun, aksi itu menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat hadir melalui tindakan sederhana, sementara harapan akan penyelesaian persoalan tetap menjadi kebutuhan masyarakat.

Pewarta: Ivan

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button