Kodam IX/Udayana Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 928/BSY di Gilimanuk Tekankan Kesiapan Prajurit dan Pembangunan Wilayah

Jbm.co.id-JEMBRANA | Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan prajurit dan satuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 928/BSY di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (18/10/2026).
Kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional satuan sekaligus memperkuat peran prajurit dalam mendukung pertahanan negara dan pembangunan wilayah.
Dalam kegiatan itu, Menhan didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa.

Kedatangan Menhan beserta rombongan menggunakan helikopter Caracal TNI AU HT-7206 di Lapangan Umum Gilimanuk. Rombongan disambut Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Dewa Agung Hadisaputra, S.H., sebelum melanjutkan perjalanan menuju Markas Yonif TP 928/BSY.
Setibanya di markas, rombongan disambut Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., serta menerima jajar kehormatan dari personel satuan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Juhari serta Wakasad Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E., bersama sejumlah staf Kementerian Pertahanan. Hadir pula jajaran Kodam IX/Udayana dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana.
Agenda dilanjutkan dengan paparan Danyonif TP 928/BSY mengenai kondisi pangkalan, kesiapan personel dan materiil, program kegiatan, serta pelaksanaan tugas pokok satuan. Paparan tersebut juga mencakup pembinaan kemampuan operasional, pengamanan satuan, prestasi prajurit, hingga pengembangan kompi pertanian, perikanan, peternakan, dan kesehatan.
Pengembangan berbagai kompi tersebut merupakan bagian dari karakteristik satuan teritorial pembangunan yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga diharapkan berkontribusi terhadap potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan.
Dalam kesempatan itu, Wakasad Letjen TNI Tri Budi Utomo menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah, khususnya sektor pertanian.
Ia juga menyoroti kebutuhan pendukung satuan, mulai dari ketersediaan sumber air, fasilitas perumahan prajurit, hingga pengembangan tanaman keras yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain pembangunan wilayah, Wakasad mengingatkan pentingnya peningkatan patroli dan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi peredaran narkoba melalui jalur strategis Gilimanuk.
Kemampuan menembak, bela diri, serta keterampilan dasar keprajuritan juga diminta terus diasah melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan. Sosialisasi penerimaan prajurit TNI turut menjadi perhatian agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengapresiasi kunjungan Menhan RI yang dinilai memberikan motivasi bagi seluruh prajurit Yonif TP 928/BSY.
Pangdam menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan satuan, mengupayakan pemenuhan fasilitas perumahan prajurit, serta mengoptimalkan pemenuhan personel guna mendukung pengembangan dan pelaksanaan tugas satuan secara maksimal.
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar peninjauan, melainkan juga momentum untuk memberikan motivasi kepada prajurit agar semakin siap menjalankan tugas dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Menhan Sjafrie berharap keberadaan Yonif TP 928/BSY mampu mendukung stabilitas wilayah Jembrana sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menhan Sjafrie juga mengingatkan bahwa fasilitas, perlengkapan, dan sarana pendukung yang digunakan prajurit merupakan amanah negara yang bersumber dari kepercayaan rakyat. Karena itu, setiap prajurit dituntut menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Menhan Sjafrie menekankan bahwa prajurit Yonif TP memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pertahanan sekaligus mendukung pembangunan wilayah. Kedua peran tersebut harus dilaksanakan secara seimbang dan profesional agar keberadaan satuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menutup kunjungan, Menhan menyampaikan bahwa prajurit yang saat ini menempati penampungan sementara direncanakan akan pindah ke pangkalan baru Yonif TP 928/BSY.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peninjauan fasilitas, penulisan pesan dan kesan, serta foto bersama prajurit.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa kunjungan Menhan RI menjadi motivasi bagi prajurit Yonif TP 928/BSY untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, dan kualitas pengabdian.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan prajurit semakin siap menjalankan tugas pertahanan negara sekaligus berperan aktif membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan satuan, semangat pengabdian prajurit, serta sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pertahanan negara dan pembangunan di Kabupaten Jembrana.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




