Gubernur Koster Perpanjang Ganjil-Genap BBM di Bali hingga 23 Oktober 2026 saat Antrean Mengular Mulai Surut
Jbm.co.id-DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster memperpanjang kebijakan ganjil-genap kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga Jumat, 23 Oktober 2026.
Perpanjangan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berangsur pulih di Bali.
Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali di Depot Pertamina Pesanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).
“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil-genap yang berakhir hari ini. Itu akan ditambah mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” kata Gubernur Koster.
Meski diperpanjang, Gubernur Koster menegaskan kebijakan tersebut bersifat situasional. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengevaluasi penerapannya apabila distribusi BBM kembali normal sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Kalau sudah bagus sebelum itu, kita akan evaluasi kembali. Saya kira dengan demikian dalam beberapa hari ini situasinya sudah normal, sudah bagus, bahkan sudah bagus seperti sebelum terjadi masalah,” ujarnya.
Gubernur Koster menyebut distribusi BBM di Bali mulai menunjukkan perbaikan dalam dua hari terakhir. Hal itu terlihat dari berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Bahkan, beberapa SPBU dilaporkan sudah tidak mengalami antrean panjang seperti pada akhir pekan sebelumnya.
Menurutnya, pengaturan ganjil-genap, penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), serta pembelajaran daring merupakan langkah yang dilakukan bersama Pertamina dan unsur keamanan untuk membantu mengurai antrean kendaraan.
Gubernur Koster menegaskan, upaya pemulihan harus diikuti dengan jaminan ketersediaan stok dan kelancaran pelayanan di SPBU. Pemprov Bali juga akan terus membantu Pertamina dalam pelaksanaan distribusi BBM di lapangan.
Gubernur Koster turut mengingatkan bahwa kondisi Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia membuat situasi di Pulau Dewata menjadi perhatian masyarakat internasional.
“Karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia dan menjadi perhatian negara-negara luar, apa yang terjadi di Bali ini menjadi sorotan besar. Sesuatu yang terjadi di Bali itu langsung mendunia,” paparnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap nyaman, aman, dan kondusif, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM di Bali mulai pulih. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, cadangan BBM di wilayah Bali rata-rata telah mencapai 11 hingga 12 hari dan ditargetkan meningkat menjadi 15 hari.
“Mulai hari ini, setelah kami melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, cadangan di wilayah Bali rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Alhamdulillah, untuk di sini (Bali) sudah bisa teratasi,” kata Bahlil.
Pemerintah berharap pemulihan pasokan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga distribusi BBM kembali normal. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi antrean panjang di SPBU dan aktivitas ekonomi serta pariwisata Bali dapat berjalan lancar.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




