Jelang Puncak Hari Santri Nasional 2026, Bakesbangpol Provinsi Jatim Pantau Kesiapan. Gubernur Khofifah Dijadwalkan Hadir di Pacitan
"Kunjungan ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mengoordinasikan persiapan menjelang puncak peringatan HSN"

Pacitan,JBM.co.id-Persiapan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Pacitan mulai dimatangkan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melakukan pemantauan langsung guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, kondusif, dan penuh khidmat.
Puncak peringatan HSN yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur itu menjadi salah satu perhatian dalam persiapan, terutama untuk memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Pemprov Jatim, Doni Nugroho Susanto, menyempatkan diri datang ke Pacitan pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mengoordinasikan persiapan menjelang puncak peringatan HSN.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pacitan, Turmudi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda koordinasi rutin. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga menjelang kegiatan berskala provinsi tersebut.
Dalam kunjungan itu, Doni juga mengikuti rapat persiapan bersama Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kesiapan lintas sektor agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
“Yang lebih mendasar yaitu melakukan pemantauan situasi dan kondisi di Pacitan menjelang puncak peringatan HSN,” ujar Turmudi, Jumat (16/10/2026).
Pemantauan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan seluruh unsur terkait. Dengan koordinasi sejak dini, potensi gangguan keamanan maupun kendala di lapangan diharapkan dapat diantisipasi, sehingga peringatan Hari Santri Nasional di Pacitan berlangsung tertib dan lancar.
Momentum HSN sendiri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk meneguhkan peran santri dalam perjalanan bangsa. Karena itu, kesiapan penyelenggaraan di Pacitan diharapkan mampu menghadirkan suasana peringatan yang aman, nyaman, dan khidmat, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.(Red/yun).



