
Jbm.co.id-DENPASAR | DPD Partai Hanura Provinsi Bali mulai mematangkan langkah menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat fondasi organisasi di seluruh kabupaten dan kota.
Untuk itu, Hanura Bali fokus utama penyempurnaan administrasi, penguatan struktur organisasi, serta pembenahan sekretariat melalui program roadshow ke daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyongsong Pemilu 2029.
Komitmen itu ditegaskan Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, Gde Wirajaya Wisna, usai pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai Hanura se-Bali yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Harris Hotel & Conventions Denpasar, Minggu, 2 Agustus 2026.
Selain pembenahan organisasi, Hanura Bali juga memperkuat komposisi kepengurusan dengan melibatkan kader senior, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Strategi ini dinilai penting mengingat dominasi pemilih Generasi Z pada Pemilu 2029.
“Nah, ini juga Hanura segmen yang kami harapkan bisa kita rangkul agar bisa sejalan dengan visi partai Hanura. Kalau tokoh-tokoh yang sudah bergabung, sampai saat ini banyak tokoh-tokoh masyarakat, saya tidak bisa sebutkan, tapi luar biasa saya lihat, bukan hanya di provinsi, juga di kabupaten dan kota se-Bali,” kata Gde Wirajaya Wisna.
Menurutnya, Rakerda juga menjadi momentum menyusun berbagai program yang menyasar anak muda agar lebih aktif dalam organisasi maupun politik.
“Mereka Generasi Z yang progresif tentu saja, dari segi umur tentu banyak, secara pengalaman belum, tapi secara pandangan dan kekinian tentu mereka progresif. Kami stimulus dengan program-program untuk maju bagi generasi muda. Kita akan rancang itu dalam Rakerda ini. Jadi, Hanura Bali mendorong generasi muda sampai di tingkat desa, kita stimulus,” terangnya.
Sebagai contoh regenerasi kepemimpinan, Hanura Bali telah memberikan kepercayaan kepada Gede Narayana sebagai Ketua DPC Hanura Klungkung. Di usia sekitar 25 tahun, Gede Narayana menjadi salah satu ketua DPC termuda di Bali.
“Dia punya semangat, kemudian ada mekanisme di DPC Klungkung, teman-teman sepakat, ya kami harus bawa. Jadi, kami setuju ditetapkan di Musyawarah Cabang (Muscab) bulan November tahun lalu,” paparnya.
Gde Wirajaya Wisna menilai usia muda bukan menjadi hambatan selama memiliki program kerja yang berpihak kepada masyarakat.
“Itu semangatnya ada, kenapa tidak. Ya, kami DPD akhirnya tetapkan sebagai Ketua DPC Klungkung. Terkait resiko, saya rasa tidak, yang penting ada program kerja, tim DPC, kembali lagi pada program keberpihakan pada masyarakat, saya kira itu intinya,” ujarnya.
Disisi lain, Hanura Bali juga memasang target peningkatan perolehan kursi legislatif setelah hasil Pemilu 2024 belum memenuhi harapan. Saat ini, Hanura memiliki enam kursi di Bali dan ingin mengembalikan kejayaan seperti periode sebelumnya.
“Ya, sekarang kan memang kita 6 kursi, tapi kita pernah pada angka yang lebih dari itu, kita ingin kembalikan itu, kita ingin Reborn-lah istilahnya, kita ingin kembalikan itu, setiap Kabupaten/Kota ada target-target kursi, kita kawal semoga bisa kita lagi,” harapnya.
Oleh karena itu, Hanura Bali menargetkan raihan 36 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-Bali serta 1 kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
“Yang penting jelas program kerja, kemudian selaras dengan aspirasi masyarakat, kita melakukan kerja-kerja politik, kerja-kerja sosial, untuk bisa semakin dekat dengan masyarakat, dan tentu saja dengan sendirinya akan menuju ke sana,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus DPD dan DPC Hanura se-Bali tersebut turut dihadiri Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, jajaran KPU Provinsi Bali, pengurus DPP Partai Hanura, serta perwakilan sejumlah partai politik. (ace).




