International Convention 2026 di Bali Bangkitkan Kiprah Global Tetada Kalimasada di 27 Negara Warisan Leluhur Indonesia Diterima Dunia

Jbm.co.id-BADUNG | Perguruan olahraga pernapasan dan pencak silat Tetada Kalimasada kembali memperkuat kiprah internasional melalui penyelenggaraan International Convention 2026 di Bali.
Kegiatan Internasional Convention Tetada Kalimasada kembali berlangsung di kawasan Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung, pada 18-19 Juli 2026.
Tak hanya itu, International Convention 2026 di Bali menjadi momentum kebangkitan organisasi setelah sempat menghentikan aktivitas internasional akibat pandemi COVID-19.
Konvensi ini diikuti peserta dari berbagai negara dan menjadi ajang konsolidasi anggota Tetada Kalimasada yang telah tersebar di 27 negara. Sebelumnya, kegiatan serupa sukses digelar di Manila, Filipina pada 2020, Kuching, Malaysia pada 2024, serta Filipina pada 2025.
Penasehat Tetada Kalimasada, Made Mangku Pastika, menilai perkembangan organisasi tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia mampu diterima masyarakat dunia melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Saya gembira melihat perkembangan yang begitu besar ya, bahkan sekarang worldwide, artinya tersebar di seluruh dunia. Karena ini warisan leluhur yang harus kita lestarikan, kita kembangkan, apalagi sekarang bisa diterima di seluruh dunia,” kata Mangku Pastika.
Menurutnya, sifat organisasi yang terbuka bagi semua kalangan menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan Tetada Kalimasada ke berbagai negara.
“Kenapa kita berharap ini bisa berkembang dan optimis ? Karena ini adalah lintas bangsa, lintas negara, lintas agama, lintas ras, lintas kepercayaan. Oleh karena itu, saya sangat yakin apabila kita terus berpegang kepada pedoman itu, maka kita akan lebih lebar ke seluruh dunia dan bisa diterima di mana-mana,” tuturnya.
International President Tetada Kalimasada, Dr. Ida Widyastuti, SpKK, SE., mengatakan penyelenggaraan konvensi di Bali menjadi titik awal kebangkitan aktivitas internasional organisasi di Indonesia setelah pandemi. Ia juga menegaskan pentingnya memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
“Sempat berhenti saat COVID, tapi sekarang Alhamdulillah kita mulai bangkit kembali. InI adalah International Convention pertama di Indonesia, kita adakan di Bali. Dan banyak yang semangat kembali untuk ikut kegiatan,” kata Dr. Ida.
Dr. Ida menambahkan, penampilan silat seni dalam konvensi menjadi pengingat bahwa pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga.
“Kita juga harus ingat bahwa keberadaan olahraga ini merupakan warisan leluhur Indonesia. Jadi jangan sampai dilupakan. Untuk itu, generasi muda juga harus mengenal tentang silat, makanya tadi ada performa tentang silat seni. Mereka harus tetap ingat bahwa silat adalah budaya bangsa Indonesia, bukan punya negara yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Pendiri dan Grandmaster Tetada Kalimasada, Ir. Eddy Surohadi, S.E., MH., menjelaskan bahwa International Convention 2026 bertujuan mengaktifkan kembali para anggota di berbagai negara setelah sempat menghentikan latihan selama pandemi.
“Hari ini kita mengadakan International Convention mengundang anggota-anggota kita dari seluruh dunia, termasuk di seluruh Indonesia. Kita berusaha untuk mengaktifkan lagi mereka, di mana pada saat COVID kemarin kita minta mereka sebenarnya untuk berhenti, tidak latihan. Jadi sekarang kita mulai mengadakan lagi, mulai menggerakkan lagi, mengadakan konvensi-konvensi lagi. Dan tahun depan insya Allah kita di Suriname,” kata Eddy Surohadi.
Eddy Surohadi menjelaskan olahraga pernapasan Tetada Kalimasada menggabungkan kebugaran fisik dan ketenangan mental melalui latihan peregangan, pengaturan napas, serta konsentrasi yang mudah dipelajari dan aman dilakukan.
“Olahraga kita ini adalah olahraga pernapasan yang berasal dari leluhur kita bangsa Indonesia. Olahraga itu adalah keseimbangan antara physical fitness dan spiritual fitness. Jadi bagaimana kita bisa olahraga supaya badan kita sehat, pikiran kita juga tenang. Healthy body and healthy mind, itu semboyan kita,” terangnya.
Saat ini, jaringan Tetada Kalimasada telah berkembang di 27 negara dengan cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali. Organisasi berharap semakin banyak masyarakat dunia mengenal olahraga pernapasan asli Indonesia melalui pengembangan instruktur dan konvensi internasional yang akan terus digelar.
“Harapannya, saya ingin kita punya olahraga pernapasan yang dikenal di dunia. Sekarang kita sudah mempunyai anggota tersebar di 27 negara di dunia. Jadi kita harapkan mereka itu nanti menularkan kepada masyarakat yang lain di seluruh dunia. Di Indonesia juga cabang kita di mana-mana. Kita harapkan nanti olahraga kita dikenal karena prinsipnya sangat simpel, mudah latihannya, dan aman,” tutupnya. (ace).




