Di Balik Bimtek Demokrat Pacitan, Bursa Suksesi Kepemimpinan 2030 Mulai Menghangat. Nama Khemal Pandu Mulai Mengemuka?
"Beberapa nama kader Partai Demokrat mulai mengemuka. Di antaranya Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Baginda Rahardian, Indra Widya Agustina, serta Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi (ASB). Dari unsur birokrasi, nama Khemal Pandu Pratikna juga disebut ikut diperbincangkan sebagai figur potensial"

Pacitan,JBM.co.id-Pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Partai Demokrat di Pacitan tak hanya menjadi ajang penguatan kapasitas kader. Di balik agenda resmi tersebut, dinamika politik menuju suksesi kepemimpinan daerah mulai menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Sejumlah nama tokoh politik maupun birokrat disebut-sebut mulai masuk dalam radar sebagai figur yang berpotensi tampil pada kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada periode mendatang. Meski tahapan politik masih relatif panjang, komunikasi dan pemetaan kekuatan politik dinilai mulai bergerak.
Informasi yang dihimpun media dari sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan, beberapa nama kader Partai Demokrat mulai mengemuka. Di antaranya Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Baginda Rahardian, Indra Widya Agustina, serta Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi (ASB). Dari unsur birokrasi, nama Khemal Pandu Pratikna juga disebut ikut diperbincangkan sebagai figur potensial.
“Nama-nama tersebut konon mulai dipersiapkan sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati pada periode mendatang,” ujar sumber tersebut, Senin (6/7/2026).
Menurut sumber yang sama, hingga saat ini belum ada keputusan politik yang bersifat final. Namun sejumlah simulasi pasangan mulai menjadi pembicaraan di internal. Salah satu skenario yang sempat mencuat adalah duet Gagarin dengan Baginda Rahardian.
Di sisi lain, muncul pula wacana alternatif yang memasangkan Baginda Rahardian dengan Khemal Pandu Pratikna ataupun Arif Setia Budi. Meski demikian, seluruh konfigurasi tersebut masih sebatas dinamika politik internal yang belum memperoleh legitimasi resmi dari partai.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Pacitan mulai memasuki fase awal. Dalam tradisi politik, kemunculan berbagai nama jauh sebelum tahapan pemilihan merupakan hal yang lazim sebagai bagian dari proses penjaringan, pengukuran elektabilitas, hingga membangun komunikasi politik antarkelompok.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh terkait munculnya namanya dalam bursa bakal calon kepala daerah.
Menurutnya, kewenangan menentukan pasangan calon sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“No comment, Mas. Soal bakal pasangan calon kepala daerah, itu sepenuhnya ranah DPP,” ujarnya singkat.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, keputusan mengenai siapa yang akan diusung Partai Demokrat maupun partai politik lainnya pada akhirnya akan ditentukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan organisasi dan dinamika koalisi politik yang berkembang menjelang pesta demokrasi daerah.(Red/yun)




