BeritaDaerahEkonomiPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Harga Cabai dan Telur Turun, Pacitan Catat Deflasi 3,55 Persen pada Pekan Pertama Juli 2026

"Deflasi pada awal Juli didominasi oleh turunnya harga komoditas hortikultura yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan cukup tinggi"

Pacitan,JBM.co.id-Kabupaten Pacitan mengalami deflasi sebesar 3,55 persen pada pekan pertama Juli 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras, menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah diolah, capaian tersebut menempatkan Kabupaten Pacitan pada peringkat ke-138 secara nasional, urutan ke-18 di Provinsi Jawa Timur, dan peringkat ke-63 di Pulau Jawa.

Secara tahunan (year on year/yoy), IPH Kabupaten Pacitan pada Juni 2026 masih mencatat inflasi sebesar 2,30 persen. Sementara itu, secara tahun kalender (year to date/ytd) mengalami deflasi sebesar 2,13 persen, dan secara bulanan (month to month/mtm) Juni 2026 tercatat deflasi 1,09 persen.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan bahwa deflasi pada awal Juli didominasi oleh turunnya harga komoditas hortikultura yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Deflasi pada pekan pertama Juli ini terutama dipengaruhi oleh turunnya harga cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras. Kondisi ini menunjukkan pasokan komoditas pangan semakin baik sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih terkendali,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pacitan menunjukkan bahwa hanya komoditas bawang putih yang mengalami kenaikan harga dibandingkan rata-rata harga Juni 2026. Sementara komoditas seperti beras medium, Minyakita, daging sapi, gula pasir, pisang, dan jeruk relatif stabil.

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, serta bawang merah. Penurunan harga tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi yang terjadi pada pekan pertama Juli.

Ayub menjelaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok melalui koordinasi dengan instansi terkait agar kondisi pasar tetap stabil.

“Pemerintah Kabupaten Pacitan akan terus memonitor perkembangan harga dan stok kebutuhan pokok. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat memperoleh manfaat dari harga yang lebih terjangkau, namun di sisi lain kesejahteraan petani dan pelaku usaha juga tetap diperhatikan,” tambahnya.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Pacitan berada di posisi ke-18 daerah dengan tingkat deflasi terdalam pada pekan pertama Juli 2026. Sementara secara nasional, Pacitan berada di urutan ke-138 dari seluruh kabupaten/kota yang dipantau.

Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap kondisi harga yang stabil dapat terus terjaga melalui kelancaran distribusi, kecukupan pasokan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button