Paiketan Krama Bali Minta Pemprov Bali dan Pemerintah India Bergerak Cepat Segera Realisasikan ICCB Renon Mandek 22 Tahun

Jbm.co.id-DENPASAR | Paiketan Krama Bali mendesak Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah India segera merealisasikan pembangunan India Cultural Center Bali (ICCB) yang hingga kini belum terwujud meski telah direncanakan sejak tahun 2004.
Selama lebih dari dua dekade, pembangunan pusat kebudayaan tersebut disebut masih terkendala persoalan perizinan dan koordinasi antar pemerintah.
Kondisi ini pun menjadi perhatian sejumlah tokoh, mulai dari Pengelana Global Putu Suasta alumnus UGM dan Cornell University, akademisi Prof. I Gede Sutarya hingga pengusaha dan politisi Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra.
Berdasarkan berbagai informasi terbaru, lahan yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Bali selama lebih dari 20 tahun dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun penguatan hubungan budaya Indonesia dan India.
Sebagai destinasi wisata dunia yang memiliki kedekatan historis, spiritual, dan filosofis dengan India, Bali memandang keberadaan pusat kebudayaan India memiliki peran strategis.
Selain menjadi simbol persahabatan antarbangsa, ICCB juga dinilai dapat memperkuat diplomasi budaya, pendidikan, seni, dan sektor pariwisata.
“Hubungan Bali dan India telah berlangsung selama berabad-abad melalui pengaruh peradaban Hindu yang hingga kini masih hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali,” kata Ketua Umum Paiketan Krama Bali I Wayan Jondra di Denpasar, Jumat, 5 Juni 2026.
Paiketan Krama Bali meminta Pemerintah Provinsi Bali segera melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, untuk menyelesaikan hambatan regulasi yang selama ini menghambat pembangunan ICCB.
Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong Pemerintah India melalui Konsulat Jenderal India di Bali dan kementerian terkait agar menunjukkan komitmen lebih konkret terhadap realisasi pembangunan pusat kebudayaan tersebut.
Paiketan Krama Bali juga mengusulkan pembentukan tim bersama antara kedua pemerintah dengan target waktu yang jelas agar proyek yang telah dirancang lebih dari 20 tahun lalu itu dapat segera diwujudkan.
Menurut mereka, keberadaan Pusat Kebudayaan India di Bali semakin relevan seiring meningkatnya jumlah wisatawan India yang berkunjung ke Bali serta semakin eratnya hubungan sosial, budaya, pendidikan, dan ekonomi antara kedua wilayah.
Selain menjadi wadah pertukaran budaya, ICCB juga dinilai dapat menjadi sarana edukasi, pengembangan seni, promosi pariwisata, hingga penguatan hubungan masyarakat Indonesia dan India.
Paiketan Krama Bali berpandangan bahwa seluruh hambatan regulasi dapat diselesaikan melalui dialog dan kerja sama yang baik sehingga pembangunan ICCB dapat menjadi simbol nyata persahabatan Indonesia dan India sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Bali dan generasi mendatang.
“Bali dan India diikat oleh sejarah, budaya, dan spiritualitas yang panjang. Sudah saatnya ikatan tersebut diwujudkan dalam sebuah pusat kebudayaan yang hidup, aktif, dan memberi manfaat nyata bagi kedua bangsa,” pungkasnya. (ace).




