BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

Taubat Menghapus Dosa, Ujub Menghapus Pahala: Nasihat Mendalam KH. Mahmud tentang Hakikat Amal

"Manusia sering kali terjebak pada penilaian lahiriah. Seseorang yang terlihat sering berbuat maksiat belum tentu berakhir di neraka, sementara orang yang dikenal rajin beribadah juga belum tentu otomatis masuk surga"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah KH. Mahmud mengingatkan umat Islam agar tidak merasa paling suci atau paling selamat hanya karena banyak beribadah.

Dia menekankan bahwa perjalanan menuju keselamatan di akhirat tidak sesederhana menilai siapa yang paling banyak amalnya, tetapi bagaimana hati seseorang ketika menjalankan amal tersebut.

Menurut KH. Mahmud, manusia sering kali terjebak pada penilaian lahiriah. Seseorang yang terlihat sering berbuat maksiat belum tentu berakhir di neraka, sementara orang yang dikenal rajin beribadah juga belum tentu otomatis masuk surga.

Hal itu karena dalam Islam selalu ada pintu taubat yang dapat menghapus dosa sebesar apa pun, selama seseorang sungguh-sungguh menyesali kesalahannya dan kembali kepada Allah.

Sebaliknya, amal ibadah yang terlihat besar dan banyak juga bisa kehilangan nilainya apabila tercampur dengan penyakit hati seperti ujub (merasa bangga dengan diri sendiri) dan riya’ (beribadah untuk dilihat manusia). Kedua sifat tersebut dapat menghapus pahala amal, karena tujuan ibadah yang seharusnya hanya untuk Allah berubah menjadi mencari pujian manusia.

Pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur, di Inspektorat Pacitan ini menegaskan, bahwa inti dari ibadah adalah keikhlasan hati. Orang yang pernah terjatuh dalam dosa masih memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan rahmat Allah jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, orang yang merasa paling benar dan paling suci justru berada dalam bahaya karena kesombongan dapat merusak amalnya.

Dalam penjelasannya, KH. Mahmud juga mengajak umat Islam untuk lebih banyak melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Daripada sibuk menilai orang lain, setiap muslim sebaiknya memperbaiki niat, menjaga hati, dan terus memohon ampun kepada Allah.

“Jangan merasa aman dengan amal kita, dan jangan pula berputus asa dari rahmat Allah,” pesan KH. Mahmud, Senin (9/3/2026).

Sikap rendah hati dan terus bertaubat, menurutnya, adalah kunci agar seorang hamba tetap berada dalam jalan yang diridhai Allah.

Melalui nasihat tersebut, KH. Mahmud berharap umat Islam memahami bahwa ukuran kemuliaan di sisi Allah bukan sekadar banyaknya ibadah yang terlihat, melainkan ketulusan hati, taubat yang sungguh-sungguh, dan kerendahan hati dalam menjalani kehidupan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button