BadungBaliBeritaDaerahPemerintahanPendidikan

Bawaslu Badung Perkuat Pengawasan Partisipatif di SMAN 2 Kuta Selatan

Jbm.co.id-BADUNG |  Penguatan budaya pengawasan dan konsolidasi demokrasi terus digencarkan di wilayah Badung Selatan. Melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi di SMAN 2 Kuta Selatan, Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Kuta Selatan, Ida Bagus Putu Surya Suputra. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk mendorong keterlibatan pemilih pemula sekaligus memperkuat komitmen netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam setiap tahapan Pemilu.

Dalam pemaparannya, Rachmat Tamara menjelaskan sejumlah program pengawasan partisipatif yang menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula. Ia menekankan pentingnya membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap proses demokrasi sejak dini.

“Kami mendorong pelajar sebagai pemilih pemula untuk tidak hanya menjadi objek demokrasi, tetapi juga subjek yang aktif dalam mengawal prosesnya. Melalui program pengawasan partisipatif, kami ingin membentuk generasi muda yang berani menyuarakan kebenaran dan menjaga integritas Pemilu,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan demokrasi di sekolah menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran politik yang sehat dan bertanggung jawab. Keterlibatan pelajar dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan yang partisipatif dan transparan di Kabupaten Badung.

Selain itu, Tamara juga menyoroti pentingnya pemahaman mengenai netralitas ASN, termasuk tenaga pendidik, agar proses demokrasi berjalan jujur dan adil.

“Netralitas ASN adalah fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses Pemilu. ASN, termasuk tenaga pendidik, harus berdiri di atas semua golongan dan tidak menunjukkan keberpihakan dalam bentuk apapun,” tegas Tamara.

Sementara itu, Putu Surya menyambut baik inisiatif konsolidasi tersebut. Ia memastikan bahwa jajaran ASN di lingkungan sekolah telah mendapatkan arahan tegas terkait prinsip netralitas dalam Pemilu.

“Sebagai ASN, kami telah menerima sosialisasi dan penegasan dari pemerintah provinsi bahwa netralitas adalah harga mati, khususnya dalam momentum Pemilu. Kami berkomitmen menjaga profesionalitas dan tidak terlibat dalam praktik politik praktis,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Bawaslu terhadap pendidikan demokrasi bagi siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Kami mendukung penuh program pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter agar siswa memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara lembaga pengawas Pemilu dan institusi pendidikan diharapkan semakin kuat.

Konsolidasi demokrasi di Badung Selatan pun diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta aktif menjaga kualitas demokrasi yang sehat dan partisipatif. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button