BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH Mahmud Sampaikan Pesan Gus Baha: Bahagia Itu Mengingat Rahmat, Bukan Terjebak Masalah

"Kalau ingin hidup bahagia, jangan ingat pada masalah, tetapi ingatlah kepada rahmat yang sangat luas dari Allah subhanahu wa ta’alaala"

Pacitan,JBM.co.id- Pendakwah KH Mahmud menyampaikan tausiyah yang sarat makna dengan mengutip pesan dari ulama kharismatik Gus Baha. Dalam keterangannya kepada awak media, KH Mahmud mengajak untuk mengubah cara pandang terhadap hidup, terutama dalam menyikapi persoalan dan ujian yang datang silih berganti.

Mengawali percakapannya, KH Mahmud membacakan pesan yang kerap disampaikan Gus Baha, “Kalau ingin hidup bahagia, jangan ingat pada masalah, tetapi ingatlah kepada rahmat yang sangat luas dari Allah subhanahu wa ta’alaala,”ujarnya, Ahad (1/3/2026).

Menurutnya, inti kebahagiaan bukan terletak pada ketiadaan masalah, melainkan pada kemampuan seseorang melihat keluasan rahmat Allah di balik setiap peristiwa.

KH Mahmud menjelaskan bahwa manusia sering kali terjebak pada beban pikiran sendiri. Ketika satu masalah datang, pikiran langsung dipenuhi rasa takut dan kekhawatiran. Padahal, jika hati diarahkan untuk mengingat nikmat dan kasih sayang Allah yang tidak terhitung jumlahnya, maka masalah tidak lagi tampak sebagai beban yang menyesakkan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang mendewasakan.

Lebih lanjut, ia mengutip pesan lain dari Gus Baha, “Allah menciptakan hidup bukan untuk membuatmu selalu senang, tapi agar kamu belajar bersabar, bersyukur, dan bertawakal dalam keadaan apapun.” Menurut KH Mahmud, kalimat ini menegaskan bahwa hidup bukan panggung hiburan, melainkan ruang pendidikan jiwa. Ujian dan kesenangan silih berganti sebagai sarana pembelajaran spiritual.

Dalam ulasannya, KH Mahmud menekankan tiga sikap utama yang harus ditanamkan setiap Muslim. Pertama, sabar saat menghadapi kesulitan, karena sabar bukan berarti pasif, melainkan tetap teguh dalam kebaikan. Kedua, syukur atas nikmat sekecil apa pun, sebab rasa syukur membuka pintu ketenangan batin. Ketiga, tawakal, yakni menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang merasa hidupnya berat bukan karena masalahnya terlalu besar, tetapi karena lupa menghitung rahmat yang telah diberikan Allah. Nafas yang masih terhembus, keluarga yang mendampingi, hingga kesempatan beribadah adalah bentuk kasih sayang yang sering kali luput dari perhatian.

Pesan sederhana namun mendalam dari Gus Baha yang disampaikan kembali oleh KH Mahmud menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari hati yang selalu terhubung dengan Allah.

Dengan gaya penyampaian yang tenang dan reflektif, KH Mahmud menutup penjelasannya dengan mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan diri memperbanyak dzikir dan tafakur, agar hati tidak mudah goyah oleh persoalan dunia. “Masalah akan selalu ada, tetapi rahmat Allah jauh lebih luas,” ujarnya menegaskan, dengan suasana yang penuh haru dan optimisme.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button