BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

KH Mahmud Ingatkan Bijak Bermedia Sosial Saat Ramadan: “Menu Buka Puasa dan Sahur, Cukup di Meja Makan”

"Menu buka puasa dan sahurmu cukuplah kamu hidangkan di meja makanmu. Tak perlu kamu hidangkan di beranda sosial mediamu. Karena banyak saudara Muslim kita yang tak seberuntung dirimu"

Pacitan,JBM.co.id-Fenomena membagikan foto dan video menu buka puasa maupun sahur di media sosial kembali menjadi sorotan saat bulan suci Ramadan. Menanggapi hal tersebut, pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Pacitan, KH Mahmud, mengingatkan umat Islam agar lebih bijak dan berempati dalam menggunakan media sosial.

KH Mahmud menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna, pada Kamis (26/2/2026).

“Menu buka puasa dan sahurmu cukuplah kamu hidangkan di meja makanmu. Tak perlu kamu hidangkan di beranda sosial mediamu. Karena banyak saudara Muslim kita yang tak seberuntung dirimu,” ujarnya.

Menurut KH Mahmud, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kepekaan sosial. Ia menjelaskan bahwa memamerkan hidangan berbuka secara berlebihan berpotensi melukai perasaan mereka yang sedang kesulitan ekonomi.

“Tidak semua saudara kita bisa menikmati hidangan yang layak saat berbuka. Ada yang sekadar air putih dan nasi seadanya. Maka mari kita jaga hati mereka, sebagaimana kita ingin hati kita dijaga,” tuturnya.

Ia menegaskan, Islam mengajarkan kesederhanaan dan menjauhi sikap riya atau pamer. Media sosial, lanjutnya, seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan, bukan sekadar menunjukkan kemewahan atau kelimpahan.

KH Mahmud juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Daripada mengunggah foto makanan, ia mendorong umat untuk membagikan konten yang inspiratif, seperti ajakan berbagi, informasi sedekah, atau program bantuan untuk kaum dhuafa.

“Kalau ingin membagikan sesuatu di media sosial, bagikanlah semangat berbagi. Ajak teman-teman untuk ikut bersedekah, bantu tetangga yang membutuhkan, atau dukung gerakan sosial di sekitar kita,” katanya.

Sebagai Inspektur di lingkungan pemerintahan daerah, ia juga menekankan pentingnya integritas dan keteladanan, baik di ruang publik maupun di dunia maya. Menurutnya, pejabat publik dan tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh sikap sederhana.

KH Mahmud menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa jejak digital adalah bagian dari pertanggungjawaban moral setiap individu.

“Media sosial adalah ruang publik. Apa yang kita unggah bukan hanya soal selera pribadi, tapi juga soal rasa dan empati. Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, termasuk menahan keinginan untuk pamer,” pungkasnya.

Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi umat Islam agar lebih bijak dalam bermedia sosial, serta menjadikan Ramadan sebagai bulan yang penuh kepedulian, kesederhanaan, dan keberkahan bagi semua.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button