BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Kanwil Imigrasi Bali Perkuat Zona Integritas Targetkan WBK/WBBM 2026

Jbm.co.id-DENPASAR | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas, Pakta Integritas serta Perjanjian Kinerja Tahun 2026, Rabu, 11 Pebruari 2026.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.

Acara tersebut memiliki makna strategis dalam mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Bali.

Foto: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas, Pakta Integritas serta Perjanjian Kinerja Tahun 2026, Rabu, 11 Pebruari 2026.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, bersama jajaran pejabat manajerial, mulai dari Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, hingga para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Bali.

Dalam sambutannya, Felucia menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 bukan sekadar formalitas administratif. Dokumen tersebut menjadi pedoman agar seluruh langkah kerja jajaran Imigrasi Bali tetap terarah dan berkontribusi langsung pada tujuan strategis organisasi.

“Melalui perjanjian kinerja ini, kita memastikan setiap langkah kerja berkontribusi secara langsung pada pencapaian sasaran utama organisasi kita di Bali,” kata Felucia.

Felucia juga menekankan pentingnya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama agar layanan publik terbebas dari praktik pungutan liar, gratifikasi, maupun korupsi.

“Zona Integritas adalah fondasi yang memastikan bahwa setiap layanan yang kita berikan bebas dari pungli, gratifikasi, dan korupsi. Saya mengajak seluruh jajaran untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan profesional sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Imigrasi Bali terus meningkat,” tegasnya.

Melalui komitmen bersama ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Bali berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima bagi masyarakat. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button